Hari Bhakti Postel Digelar di Bandung Besok, Ini Sejarahnya

CNN Indonesia
Sabtu, 26 Sep 2026 17:15 WIB
Peringatan Hari Bhakti Postel
Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 tahun 2026 akan digelar Minggu (27/9) besok. (komdigi.go.id).
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 tahun 2026 akan digelar Minggu (27/9) besok.

Kegiatan akan dipusatkan di Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat.

Peringatan ini akan diisi dengan beragam acara seperti pemberian tali asih untuk veteran pos dan telekomunikasi hingga pemberian penghargaan pada industri dan asosiasi telekomunikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana sih sejarah Hari Bhakti Postel

Peringatan Hari Bhakti Postel pada setiap tanggal 27 September berawal dari sejarah pada tahun 1945, saat Angkatan Muda PTT (Post, Telegraph dan Telephone) mengambil alih Jawatan PPT dari militer Jepang di Kota Bandung.

Pengambilalihan terjadi pada 27 September. Pengambilalihan dilakukan karena saat itu sudah lebih dari sebulan kemerdekaan Indonesia, jawatan PTT belum juga diserahkan Jepang ke Indonesia.

Padahal peran pos, telekomunikasi dan telegraph saat penting saat itu.

Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung inilah yang direbut Angkatan Muda PTT saat itu sekaligus jadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa.

Peristiwa itulah yang kemudian menjadi sejarah Hari Bhakti Postel.

Nah, pada tahun ini, Kementerian Komunikasi Digital menyatakan Hari Bhakti Postel tahun ini mengangkat tema T3 yakni 'Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga'.

"Peringatan Hari Bhakti Postel tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan insan pos dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan sektor komunikasi Indonesia yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi," demikian keterangan tertulis Komdigi.

Unsur 'Terhubung' merujuk pada upaya memperkokoh konektivitas sekaligus mempererat relasi antarpemangku kepentingan di sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran. Relasi yang terjalin ini diharapkan mampu melahirkan interaksi sosial yang lebih sehat dan meningkatkan kontribusi bagi negara.

Sementara 'Tumbuh' menggambarkan semangat untuk senantiasa berkembang dan melahirkan inovasi baru. Semangat ini juga diarahkan agar sektor komunikasi dapat memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Unsur 'Terjaga' menitikberatkan pada upaya merawat keberlangsungan ekosistem digital dalam jangka panjang. Aspek yang perlu dirawat meliputi kesehatan, mutu kehidupan, hingga hubungan antarsesama manusia di era digital.

Ketiga unsur dalam tema T3 tersebut pada dasarnya membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Konektivitas yang dibangun diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan, sekaligus menjamin keberlangsungan ekosistem komunikasi di Tanah Air.

(agt)