Kronologi Kematian ASN Kemenekraf Saat Ikut Latsarmil Komcad di Halim
CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 10:21 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Sejumlah siswa Komponen Cadangan (Komcad) unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulawesi Selatan mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad ASN di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa, (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Setibanya di IGD RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 11.30 WIB, korban menjalani pemeriksaan CT Scan kepala dan tindakan penanganan intensif di ruang ICU di bawah pengawasan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dr. Tanov, Sp.S, serta didampingi langsung oleh jajaran pejabat Pusdikkes dan Kemhan RI.
Namun, Vanreko dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
"Meskipun seluruh jajaran tim medis gabungan dari Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto telah mengerahkan segenap upaya medis terbaik dan penanganan intensif secara maksimal, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain. Saudara Vanreko Varkas Bagaskara, S.Pd. dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman mengatakan keluarga besar Tim Kesehatan TNI dan Penyelenggara Latsarmil Komcad menyampaikan rasa duka cita.
Iman mengatakan proses pemulasaraan almarhum ditanggung oleh Kementerian Pertahanan.
"Almarhum merupakan sosok patriot muda yang berdedikasi, berintegritas, dan menunjukkan semangat bela negara yang luar biasa," ujar Imam.
"Seluruh proses pemulasaraan, penghormatan terakhir, pendorongan jenazah ke rumah duka, hingga pendampingan fasilitas bagi keluarga sepenuhnya difasilitasi oleh Kementerian Pertahanan, Kementerian Ekonomi Kreatif dan instansi terkait," sambung Kepala RSAU tersebut.
Sorotan DPR
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin menyoroti meninggalnya ASN peserta Komcad. TB Hasanuddin meminta kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari Kementerian Pertahanan serta dievaluasi secara menyeluruh.
"Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan. Penyebab kejadian harus diperiksa secara transparan dan menyeluruh," ujar pensiunan jenderal TNI itu dalam keterangannya, Senin (28/9).
"Pemeriksaan kesehatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan," tegas TB Hasanuddin.
Dia juga meminta Kementerian Pertahanan mengevaluasi prosedur pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, intensitas latihan, kesiapan tenaga medis, serta mekanisme penanganan keadaan darurat selama pendidikan Komcad berlangsung.
"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Disiplin dalam latihan memang diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta," kata pria yang pernah jadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) itu.
Komcad adalah pasukan cadangan militer Indonesia dari unsur sipil yang disiapkan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama atau TNI saat negara dalam keadaan darurat.
Komcad adalah program pertahanan semesta yang baru dilaksanakan pada pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Setelah Prabowo naik kelas jadi Presiden RI 2024-2029 usai memenangi Pilpres 2024, program ini pun dilanjutkan.
Mengutip dari laman Kemenhan RI, "Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2019 dan PP Nomor 3 Tahun 2021, setiap warga negara, termasuk ASN, berhak dan dapat secara sukarela mendaftar menjadi anggota Komcad selama memenuhi persyaratan administratif, kesehatan, dan kesamaptaan jasmani."
Sementara itu, mengutip dari laman Lembaga Administari Negara (LAN), kebijakan pelibatan ASN dalam Komcad merupakan, "Bagian dari upaya penguatan sistem pertahanan negara melalui partisipasi warga sipil."
Selain itu, masih dikutip dari laman tersebut, "Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan 4.000 ASN untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama lebih kurang 45 hari."
Kemudian usai mengikuti Latsarmil selama sekitar 1,5-2 bulan itu, para ASN dari intansi sipil tersebut kembali ke tempat masing-maing dengan potensi aktivasi Komcad hanya saat darurat.
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, meninggal dunia pada Sabtu (26/9), saat menjadi peserta Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Penyebabnya sejauh ini diduga akibat paparan cuaca panas berlebih atau heatstroke karena latihan intensif.
Peristiwa tersebut pun menjadi sorotan DPR RI, terutama dari Komisi I yang membidangi pertahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rangkuman kronologi dan penjelasan terkait wafatnya ASN Kemenekraf peserta Latsarmil Komcad di Lanud Halim tersebut:
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menjelaskan peristiwa itu berawal pada Jumat (25/9) pukul 09.30 WIB.
Vanreko saat itu telah menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Namun, saat akan memasuki sesi latihan kedua, Vanreko mengeluhkan pandangan gelap serta pusing, lalu kehilangan kesadaran.
Iman mengatakan Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat.
Dari hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi Vanreko mengalami hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heatstroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan.
"Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan/kompres dingin, resusitasi cairan infus serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma," kata Iman dalam keterangan tertulis.
Saat tiba di IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa, tim dokter spesialis langsung melakukan penanganan komprehensif.
Vanreko lalu menjalani observasi hemodinamik ketat, evaluasi fungsi organ, serta stabilisasi bantuan pernapasan.
Kondisi kejang, kesadaran menurun
Iman menuturkan observasi hingga malam tersebut menunjukkan perkembangan yang positif pada korban. Vanreko sempat sadar, menunjukkan respons refleks spontan, serta memiliki tanda-tanda vital yang stabil.
Namun, pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 04.30 WIB, Vanreko disebut mengalami dinamika kondisi kesehatan seperti kejang berulang yang memicu penurunan kesadaran kembali.
Kondisi itu disebut sebagai komplikasi sistemik dari heatstroke yang memengaruhi fungsi organ vital.
Iman mengatakan tim medis RSAU dr. Esnawan segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama RSPAD Gatot Soebroto untuk melakukan rujukan penanganan tingkat lanjutan (neuro-intensive care).
Vanreko lalu dirujuk menggunakan ambulans standar ICU berfasilitas lengkap dengan pendampingan penuh dari tim medis dan personel POM AU ke RSPAD Gatot Subroto.
IGD RSPAD Gatot Soebroto dan Pemulasaraan
Ilustrasi. Sejumlah siswa Komponen Cadangan (Komcad) unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulawesi Selatan mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad ASN di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa, (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Setibanya di IGD RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 11.30 WIB, korban menjalani pemeriksaan CT Scan kepala dan tindakan penanganan intensif di ruang ICU di bawah pengawasan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dr. Tanov, Sp.S, serta didampingi langsung oleh jajaran pejabat Pusdikkes dan Kemhan RI.
Namun, Vanreko dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
"Meskipun seluruh jajaran tim medis gabungan dari Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto telah mengerahkan segenap upaya medis terbaik dan penanganan intensif secara maksimal, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain. Saudara Vanreko Varkas Bagaskara, S.Pd. dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
Iman mengatakan keluarga besar Tim Kesehatan TNI dan Penyelenggara Latsarmil Komcad menyampaikan rasa duka cita.
Iman mengatakan proses pemulasaraan almarhum ditanggung oleh Kementerian Pertahanan.
"Almarhum merupakan sosok patriot muda yang berdedikasi, berintegritas, dan menunjukkan semangat bela negara yang luar biasa," ujar Imam.
"Seluruh proses pemulasaraan, penghormatan terakhir, pendorongan jenazah ke rumah duka, hingga pendampingan fasilitas bagi keluarga sepenuhnya difasilitasi oleh Kementerian Pertahanan, Kementerian Ekonomi Kreatif dan instansi terkait," sambung Kepala RSAU tersebut.
Sorotan DPR
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin menyoroti meninggalnya ASN peserta Komcad. TB Hasanuddin meminta kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari Kementerian Pertahanan serta dievaluasi secara menyeluruh.
"Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan. Penyebab kejadian harus diperiksa secara transparan dan menyeluruh," ujar pensiunan jenderal TNI itu dalam keterangannya, Senin (28/9).
"Pemeriksaan kesehatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan," tegas TB Hasanuddin.
Dia juga meminta Kementerian Pertahanan mengevaluasi prosedur pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, intensitas latihan, kesiapan tenaga medis, serta mekanisme penanganan keadaan darurat selama pendidikan Komcad berlangsung.
"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Disiplin dalam latihan memang diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta," kata pria yang pernah jadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) itu.
Komcad adalah pasukan cadangan militer Indonesia dari unsur sipil yang disiapkan untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama atau TNI saat negara dalam keadaan darurat.
Komcad adalah program pertahanan semesta yang baru dilaksanakan pada pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Setelah Prabowo naik kelas jadi Presiden RI 2024-2029 usai memenangi Pilpres 2024, program ini pun dilanjutkan.
Mengutip dari laman Kemenhan RI, "Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2019 dan PP Nomor 3 Tahun 2021, setiap warga negara, termasuk ASN, berhak dan dapat secara sukarela mendaftar menjadi anggota Komcad selama memenuhi persyaratan administratif, kesehatan, dan kesamaptaan jasmani."
Sementara itu, mengutip dari laman Lembaga Administari Negara (LAN), kebijakan pelibatan ASN dalam Komcad merupakan, "Bagian dari upaya penguatan sistem pertahanan negara melalui partisipasi warga sipil."
Selain itu, masih dikutip dari laman tersebut, "Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan 4.000 ASN untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama lebih kurang 45 hari."
Kemudian usai mengikuti Latsarmil selama sekitar 1,5-2 bulan itu, para ASN dari intansi sipil tersebut kembali ke tempat masing-maing dengan potensi aktivasi Komcad hanya saat darurat.