Bareskrim Tangkap 5 WN Malaysia Bawa 5 Kg Etomidate di Dalam Sepatu

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 17:01 WIB
Ilustrasi penangkapan. (iStockphoto/LukaTDB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri menangkap lima warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan narkotika jenis etomidate sebanyak 5 kilogram di dalam sepatu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Irjen Eko Hadi Santoso, menyebut kelima WN Malaysia yang ditangkap merupakan Mohamad Zulhusni (49), Nur Aisyah (25), Emmanuel (24), Prince Alvin Robin (22), dan Muhammad Adam (21).

"Mereka berperan sebagai kurir," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/9).

Selain kelima WN Malaysia, Eko mengatakan pihaknya juga menangkap pria asal Bandung, Jawa Barat, berinisial SSS (36), selaku sopir.

Eko menjelaskan penangkapan terhadap keenam orang itu bermula ketika Subdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memperoleh informasi pengamanan lima WNA Malaysia oleh DJBC Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta pada Jumat (25/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan, kelima WNA yang tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan penerbangan AirAsia QZ201 membawa dua bungkus serbuk yang diduga etomidate dengan berat sekitar 500 gram per bungkus.

"Barang tersebut disembunyikan di bagian insole sepatu. Secara keseluruhan ditemukan 10 bungkus dengan berat bruto 5 kg," ucapnya.

Eko mengatakan dari hasil pemeriksaan, para WN Malaysia mengaku diminta seorang perempuan dengan sebutan 'Madam' untuk membawa etomidate dari Malaysia ke Indonesia.

Setibanya di Indonesia, mereka diarahkan melalui Telegram oleh Madam menuju hotel di Harmoni, Jakarta, dan mengumpulkan semua sepatu yang berisi etomidate ke dalam koper berwarna merah untuk diserahkan kepada seorang pria di lobby hotel berinisial Wu Song.

"Tim penyelidik melakukan penangkapan terhadap Wu Song dan hasil penggeledahan badan ditemukan kunci unit Apartemen Mediterania Marina Residence. Tim kemudian melakukan pengembangan ke lokasi tersebut," kata Eko.

Dalam penggeledahan itu, kata dia, petugas menemukan satu unit apartemen yang diduga menjadi Clandestine Lab pembuatan etomidate. Adapun barang-barang yang ditemukan antara lain, 16 buah jerigen ukuran lima liter berupa cairan perasa warna putih terbungkus alumunium foil.

Kemudian 21 ribu buah pods vape kosong, 15 ribu buah silicon caps pods vape, 800 buah pipet plastik, 4.200 kemasan pods warna gold bertuliskan Cantaloupe, 200 kemasan pods warna abu-abu bertuliskan grape, 240 kemasan pods warna merah muda bertuliskan Lychee, 45 Kemasan pods warna kuning dengan tulisan Mango dan 30 kemasan pods warna kuning muda bertuliskan Pineapple.

Berdasarkan keterangan Wu Song, doa telah berada di Indonesia sejak 19 September 2026 dan tinggal di unit apartemen tersebut. Ia mengaku memperoleh arahan melalui grup komunikasi "SIGNAL" untuk melakukan pencatatan stok barang.

Pada 25 September 2026, Wu Song mengaku mendapat perintah untuk mengambil barang narkotika jenis etomidate di dalam koper di area hotel di Harmoni.

"Pada Minggu, 27 September 2026, penyidik Subdit III melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti etomidate di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dengan hasil positif etomidate," ujar Eko.

(thr/har)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK