Aksi penyampaian aspirasi oleh pengemudi truk di area pintu keluar Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) sempat memicu kemacetan parah dan antrean panjang.
Pemblokiran jalan yang berlangsung pada Sabtu (26/9) lalu tersebut kini telah berakhir, dan pihak pengelola pelabuhan tengah berupaya memulihkan layanan penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk.
Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengonfirmasi bahwa aksi unjuk rasa pengemudi truk tersebut telah selesai dan akses pelabuhan sudah kembali dibuka untuk kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pemblokiran telah usai, dampak penumpukan kendaraan masih terasa di sisi Banyuwangi. Bintang menyebutkan, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih terjadi dengan panjang mencapai belasan kilometer, sementara untuk arah sebaliknya di Pelabuhan Gilimanuk, kondisi lalu lintas sudah berangsur lancar tanpa antrean berarti.
"Untuk di Gilimanuk sudah tidak ada antrean mas, pantauan terakhir tadi pagi jam 07.00 WIB. Hanya saja di Ketapang masih pasang-surut, pantauan ekor terakhir jam 07.00 WIB ada di Pasar Wongsorejo atau sekitar 18 kilometer," kata Bintang, Senin (28/9).
Menanggapi situasi kepadatan yang memanjang, Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan seluruh unsur terkait saat ini berfokus pada percepatan pemulihan layanan operasional. Pihaknya menjadikan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama dalam mengurai lalu lintas di area pelabuhan dan jalan arteri.
"Setelah tercapainya kesepakatan bersama, fokus kami adalah mempercepat normalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap. Kapasitas kapal yang tersedia terus kami optimalkan, termasuk melalui percepatan siklus pelayanan kapal serta pengaturan muatan sesuai karakteristik dan kapasitas masing-masing kapal," kata Heru.
Sebagai tindak lanjut di lapangan, pihak ASDP menerapkan strategi pengaturan distribusi kendaraan. Kendaraan dengan muatan di atas 30 ton diarahkan ke kapal LCM, sedangkan muatan di bawah 30 ton menggunakan kapal reguler.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menyampaikan bahwa percepatan siklus kapal terus dilakukan dari proses sandar hingga keberangkatan.
"Kuncinya adalah memastikan seluruh kapasitas yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Pengaturan muatan dilakukan sesuai kapasitas kapal, sementara proses pelayanan kapal terus dipercepat melalui koordinasi yang semakin solid antara petugas, regulator, dan operator. Dengan langkah tersebut, antrean diharapkan dapat terus berkurang secara bertahap," tuturnya.
Kondisi antrean panjang ini diakui sangat berdampak pada kelancaran pengguna jasa penyeberangan, terutama bagi rantai distribusi logistik rute Jawa-Bali. Untuk menekan waktu tunggu, ASDP mengoperasikan 25 armada kapal dan mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar mematuhi arahan petugas pelabuhan.
"Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak langsung kepada pengguna jasa, khususnya angkutan logistik. Karena itu, percepatan pemulihan menjadi prioritas kami. Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk memaksimalkan trip, mempercepat siklus pelayanan kapal, dan mengurai antrean secara bertahap. Kami mengimbau pengguna jasa tetap mengikuti arahan petugas agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan tertib dan optimal," pungkasnya.


