Ratusan Mahasiswa PPDS Unair Diduga Keracunan Makanan

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 10:00 WIB
Ratusan Mahasiswa PPDS Unair Diduga Keracunan Makanan
Ilustrasi. Keracunan massal di Surabaya. (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO).
Surabaya, CNN Indonesia --

Ratusan mahasiswa peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dalam kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu lantai 7 RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Senin (28/9).

Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Dr Soetomo Robeth Jabbar Syahansyah mengatakan, dugaan sementara penyebab keracunan massal itu berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh para peserta pradik di acara tersebut.

"Berdasarkan pendataan sementara, kegiatan Pradik tersebut diikuti oleh 289 peserta didik, sejumlah 172 peserta didik mengeluh mengalami gangguan kesehatan seperti mual, muntah dan/atau pusing. Dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi peserta dalam kegiatan tersebut," kata Robeth melalui keterangan tertulis, Selasa (29/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menindaklanjuti insiden itu, pihak rumah sakit langsung mengarahkan para peserta yang mengalami gejala untuk segera mendapat pertolongan pertama. Bagi peserta dengan keluhan ringan, mereka diminta melakukan observasi mandiri.

"Sebagai langkah penanganan, RSUD Dr Soetomo mengarahkan peserta didik yang mengalami gejala dan membutuhkan penanganan medis untuk segera mendapatkan pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD)," ucapnya.

Robeth mengatakan, dari ratusan peserta yang mengeluhkan sakit, beberapa di antaranya langsung ditangani oleh tim medis RSUD Dr Soetomo dan saat ini sejumlah orang sudah diizinkan pulang.

"Dari sejumlah peserta didik yang mengalami keluhan, sebanyak enam orang telah mendapatkan penanganan di RSUD Dr Soetomo. Empat orang mendapatkan penanganan medis, sedangkan dua orang lain menjalani observasi. Seluruh peserta didik yang mendapatkan penanganan di RSUD Dr Soetomo telah diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit (KRS)," ujarnya.

Robeth menambahkan, ada juga peserta didik yang harus dilarikan ke rumah sakit lain di Surabaya untuk mendapatkan perawatan.

"Selain di RSUD Dr Soetomo, terdapat peserta didik yang mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan lain, yakni satu orang di RSAL dan satu orang di RSUD dr Soewandhie," tuturnya.

Untuk mencari tahu penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, RSUD Dr Soetomo telah mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan spesimen dari para pasien. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta mengevaluasi penyediaan konsumsi oleh Fakuktas Kedokteran Unair.

"Untuk memastikan kondisi dan mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang terjadi, RSUD Dr Soetomo telah melakukan sejumlah langkah pemeriksaan dan koordinasi. Pemeriksaan meliputi pengambilan sampel makanan serta pemeriksaan rectal swab yang dikirimkan ke laboratorium Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Robeth.

Sebagai imbas dari kejadian dugaan keracunan massal ini, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara agenda pradik pada Selasa (29/9) hari ini.

Robeth mengatakan pihaknya mengimbau seluruh peserta didik yang masih mengalami keluhan kesehatan untuk tidak mengabaikan kondisi yang dirasakan. Peserta yang mengalami gejala atau membutuhkan pemeriksaan medis diharapkan segera mendapatkan pertolongan melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

"RSUD Dr Soetomo memastikan penanganan terhadap peserta didik menjadi prioritas, sekaligus terus melakukan koordinasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan dari laboratorium terkait akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan dari Unair tentang peristiwa dugaan keracunan ini. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi Unair untuk meminta tanggapan.

Unair dikabarkan akan memberikan keterangan dalam konferensi pers yang dijadwalkan digelar siang ini di RSUD Dr Soetomo.

(frd/ugo)
placeholder