Perjalanan Kenneth William menekuni dunia trading tidak lepas dari berbagai kegagalan yang pernah dialaminya.
Sebelum dikenal sebagai Kenwilboy, ia sempat mencoba membangun usaha di sejumlah bidang, tetapi beberapa di antaranya tidak berjalan sesuai harapan hingga membuatnya terlilit utang.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Kenneth mencari jalan lain. Pada 2019, ia mulai menekuni trading secara serius setelah sebelumnya mencoba berbagai bidang usaha, termasuk e-commerce dan agensi pemasaran.
Keputusan tersebut juga tidak terlepas dari perjalanan Kenneth sejak muda. Ia mengaku memiliki kemampuan yang cukup menonjol di bidang matematika dan sains. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Alih-alih berhenti, kondisi itu mendorong Kenneth untuk mencari jalannya sendiri melalui dunia usaha. Ia mencoba berbagai peluang, tetapi kegagalan demi kegagalan kembali menghampirinya. Bahkan, ia sempat berada dalam kondisi terlilit utang.
Bagi Kenneth, rangkaian pengalaman tersebut kemudian menjadi pelajaran penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap setiap keputusan, termasuk ketika mulai memasuki dunia trading.
"Kegagalan demi kegagalan saya alami. Pengalaman-pengalaman itu yang akhirnya menyadarkan saya bahwa setiap keputusan ada konsekuensinya, dan saya harus menanggungnya sendiri. Akan tetapi, kegagalan adalah guru terbaik saya untuk kesiapan mental sebagai trader," kata Kenneth mengenang.
Setelah mulai serius menekuni trading pada 2019, Kenneth tidak hanya fokus pada aktivitas di pasar. Ia juga membagikan proses yang dijalaninya kepada publik melalui konten dan siaran langsung.
Dalam sejumlah siaran, Kenneth melakukan transaksi di depan kamera. Penonton pun dapat mengikuti bagaimana ia membaca pergerakan pasar sekaligus menghadapi risiko dari setiap keputusan yang diambil.
Keterbukaan tersebut kemudian menjadi bagian dari upayanya membangun nama Kenwilboy di komunitas trading. Kenneth menyebut kekayaan bersihnya telah mencapai Rp100 miliar pada usia 25 tahun, yang terutama diperoleh dari aktivitas trading.
Perjalanannya kemudian berkembang dari sekadar aktivitas trading pribadi. Pada 2022, Kenneth mendirikan Alpha Institute sebagai wadah bagi orang-orang yang ingin mempelajari pasar, mengembangkan keterampilan trading, sekaligus memahami pengelolaan risiko.
Menurut Kenneth, jumlah anggota yang bergabung dalam komunitas tersebut telah mencapai ribuan orang. Ia melihat perkembangan minat terhadap trading juga diikuti oleh anggapan bahwa aktivitas tersebut dapat menjadi jalan cepat menuju keberhasilan finansial.
Padahal, menurutnya, trading membutuhkan proses dan pemahaman yang memadai. Tanpa bekal pengetahuan serta pengalaman yang cukup, seseorang berisiko mengambil keputusan hanya berdasarkan ekspektasi keuntungan.
Karena itu, Kenneth menilai kemampuan mengelola risiko merupakan salah satu hal yang perlu dipahami sejak awal oleh siapa pun yang ingin menekuni trading.
"Saya selalu bilang, trading itu butuh waktu. Jadi, jangan terburu-buru. Mulai dari belajar mengelola risiko, karena pasar selalu punya kemungkinan yang berbeda dari perkiraan kita," katanya.
Kini, Kenneth membawa ambisinya ke tingkat yang lebih luas. Ia ingin menjadi trader Indonesia pertama yang dikenal secara luas di tingkat internasional.
Pengalaman membangun usaha, menghadapi kegagalan, terlilit utang, hingga melewati berbagai tantangan dalam trading menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya.
Kenneth berharap kiprahnya kelak tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat membuka ruang bagi trader Indonesia untuk dikenal di kancah global.
(-/-)