Operasi Rutin, Basarnas Tetap Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 07:07 WIB
Operasi rutin cari jurnalis hilang di Selat Sunda. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda. Operasi pencarian gabungan kini dialihkan menjadi operasi rutin yang dilakukan kantor-kantor SAR di wilayah terkait.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan penghentian operasi besar-besaran pada Kamis (17/9) lalu bukan berarti pencarian terhadap para korban benar-benar dihentikan. Setelah operasi gabungan dinilai tidak lagi efektif, pencarian dialihkan menjadi operasi rutin.

"Nah, pada saat sudah hasil rapat terus diputuskan bahwa operasi bukan ditutup, tapi dialihkan ke operasi rutin," kata Syafii di Grand Hotel De Djokja, Kota Yogyakarta, DIY, Selasa (29/9).

Dalam operasi gabungan sebelumnya, Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung bekerja bersama dengan seluruh potensi SAR di bawah kendali Search Mission Coordinator (SMC). Kepala Kantor SAR Banten saat itu ditunjuk sebagai SMC.

Setelah operasi gabungan dinilai tidak lagi efektif, pencarian kemudian dikembalikan kepada masing-masing kantor SAR. Syafii menegaskan pencarian tetap dilakukan secara rutin dan berlangsung selama 24 jam.

"Masing-masing kantor SAR melaksanakan operasi 24 jam sepanjang masa," tegasnya.

Operasi tetap dialihkan ke pencarian rutin, meski ada temuan jenazah kru KM Arupadatu yang membawa rombongan jurnalis. Jasad ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Sabtu (12/9) dan baru teridentifikasi atas nama Surakman (60) pada Rabu (23/9) lalu.

Syafii mengatakan setelah temuan tersebut, Kantor SAR Bengkulu tetap memfokuskan pencarian di sekitar Pulau Enggano. Pencarian melibatkan masyarakat di wilayah pesisir, TNI, dan Polri.

"Pada saat itu sebenarnya Kantor SAR Bengkulu memfokuskan terhadap pencarian yang ada di sana dengan melibatkan seluruh warga, baik itu yang ada di pesisir pantai, TNI, Polri, untuk bisa memberikan informasi kalau ada tanda-tanda ditemukan korban dan pada saat itu sampai sekarang juga memang belum ada perkembangan lanjutan," imbuhnya.

(kum/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK