Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Naik 1 Januari 2027

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 18:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung umumkan penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027. (ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung umumkan penyesuaian terhadap tarif Transjakarta dan Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027.

"Dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek," ujar Pramono di Jakarta Utara, Selasa (29/9).

Pramono klaim tarif transportasi di Jakarta merupakan tarif yang paling murah dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Bahkan, ia sebut tarif ini belum disesuaikan dalam 20 tahun.

"Jakarta ini dibandingkan dengan semua daerah yang ada di penyangga, di megapolitan Jakarta, tarifnya paling murah. Tarifnya paling murah. Bahkan sudah 20 tahun tidak pernah ada penyesuaian tarif," terangnya.

Gubernur Jakarta ini menjelaskan bahwa penyesuaian tarif juga akan diiringi dengan perluasan golongan penerima transportasi gratis.

"Pada saatnya 1 Januari ada penyesuaian tarif, tetapi yang jelas kepada 21 golongan masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan akan kami berikan tarif gratis kepada mereka," ungkapnya.

Pramono pun mengaku tidak menghilangkan subsidi dengan adanya penyesuaian tarif ini. Melainkan, mengurangi subsidi bagi kelompok masyarakat yang mampu.

"Yang mampu naik transportasi Jakarta sudah disubsidi oleh Pemerintah Jakarta karena tarifnya termasuk yang paling murah. Hanya memang bagi masyarakat yang mampu subsidinya kita kurangi, subsidinya kita kurangi," kata Pramono.

Kemudian, Pramono sebut akan menggunakan kesempatan hingga Januari untuk melakukan sosialisasi penyesuaian tarif.

Ia pun mencontohkan penyesuaian tarif Transjabodetabek rute Blok M ke Soekarno-Hatta menjadi Rp15.000. Tarif ini pun disebut masih paling murah dibandingkan opsi transportasi lainnya.

Terkait nominal tarif penyesuaian ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin enggan berkomentar lebih lanjut.

"Ya, nanti tunggu pemberitahuan dari Pak Gubernur," sebutnya ketika ditemui wartawan, Selasa (29/9).

(mou/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK