Dishub DKI Buka Suara soal Kecelakaan Moge Satmori-Sunmori di Senayan

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 09:29 WIB
Dalam tiga bulan terakhir terjadi kecelakaan melibatkan moge saat akhir pekan di Senayan.
Ilustrasi kecelakaan motor. (ANTARA/HO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kecelakaan melibatkan pengendara motor gede (moge) dan pengendara motor lain kembali terjadi di Jalan Asia Afrika, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Dalam tiga bulan terakhir setidaknya sudah terjadi dua kecelakaan melibatkan moge dengan korban luka di kawasan tersebut pada akhir pekan. Diduga pengendara moge terkait kegiatan Saturday Morning Ride (Satmori) atau Sunday Morning Ride (Sunmori) di area jalan besar yang memanjang lurus sepanjang 1,5 kilometer di barat kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Diketahui saban akhir pekan, Sabtu dan Minggu pagi, kawasan itu dipenuhi sejumlah pehobi sepeda motor yang berkumpul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons kecelakaan memakan korban yang terjadi di akhir pekan lalu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengaku pihaknya akan mengkaji lebih lanjut.

"Iya, nanti kita akan kaji terkait hal itu, ya," ujar Budi ketika ditemui wartawan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9).

Sebagai informasi, dalam jangka waktu Juli-September ini saja, tercatat setidaknya dua insiden kecelakaan yang melibatkan sepeda moge di jalan raya tersebut.

Insiden kecelakaan yang terbaru terjadi pada Sabtu (26/9) lalu. Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda moge Kawasaki ER650E dan Honda Beat di depan Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa sebut kecelakaan antara dua sepeda motor ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Kecelakaan pun menimbulkan korban luka-luka sebanyak tiga orang.

"Kecelakaan melibatkan dua kendaraan sepeda motor. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sudah dievakuasi ke RSAL Mintoharjo untuk mendapatkan perawatan medis," kata Kharisma, Sabtu (26/9), dikutip dari Antara.

Insiden terjadi saat Honda Beat yang dikendarai HS (64) melaju dari arah selatan dan hendak melakukan putar balik di depan Plaza Senayan. Saat itu, HS yang bekerja sebagai pengemudi ojek online juga sedang membawa penumpang, SAPW (22).

Sementara itu, dari arah utara ke selatan, moge Kawasaki ER650E yang dikemudikan DES (15) juga diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

"Pengendara motor Kawasaki diduga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa menghindari motor Honda Beat yang sedang berputar balik. Tabrakan pun tidak terhindarkan," jelasnya.

Rekaman pascakecelakaan, di mana korban ojol dan penumpangnya terkapar di jalan pun viral di media sosial.

[Gambas:Instagram]

Insiden yang melibatkan moge di Jalan Asia Afrika juga terjadi Juli lalu.

Dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial, terjadi kecelakaan antara moge Ducati berwarna merah dengan Yamaha NMAX di Jalan Asia Afrika. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Minggu (26/7) pagi.

Video ini memperlihatkan kondisi setelah kecelakaan. Moge merah yang tergeletak di tengah jalan terpantau mengeluarkan asap dengan genangan air di bawahnya. Pengendara moge dan seorang penjaga keamanan pun berjibaku mengembalikan sepeda motor ke posisi berdiri.

Sementara itu di pinggir jalan, dalam video yang viral, terlihat sejumlah warga sedang membantu seorang anak kecil yang tampaknya menjadi salah satu korban kecelakaan. Anak kecil tersebut menangis sambil duduk di trotoar dengan kedua kakinya yang terluka.

[Gambas:Instagram]

Dalam kedua insiden ini, sejumlah netizen berkomentar terkait banyaknya pengguna moge yang berkendara dengan kecepatan tinggi di sekitar Jalan Asia Afrika, terlebih pada pagi hari di akhir pekan.

Insiden kecelakaan pun menjadi semakin rawan ketika moge berkecepatan tinggi berhadapan dengan pengguna jalan lainnya yang hendak putar balik, atau berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah di simpang Asia-Afrika dan Jalan Pintu Satu Senayan dan di pelican crossing untuk penyeberang jalan di depan Senayan City-Plaza Senayan.

Jalan yang kerap digunakan untuk satmori dan sunmori ini di masa lalu juga kerap disorot karena menjadi lokasi terjadinya balap liar. Tak hanya motor, tetapi mobil pun menggunakan jalan besar di kawasan olahraga nasional tersebut untuk adu kecepatan. Jalan tersebut terbilang lebar dan relatif sepi pengendara, terutama pada akhir pekan dan malam hari.

Polisi pun akhirnya melakukan operasi gabungan terhadap kegiatan balap liar tersebut. Misalnya, pada 2015, petugas gabungan TNI dan Polri merazia sejumlah kendaraan bermotor yang berada di lokasi balap liar Jalan Asia Afrika.

Namun, kebiasaan satmori dan sunmori di Jalan Asia Afrika pun tampaknya sudah berlangsung cukup lama.

Dalam unggahan Instagram resmi @tmcpoldametro pada Minggu, 27 Mei 2018, Polri umumkan telah menindak pemotor yang disebut melakukan balap liar di Jalan Asia Afrika.

Meskipun Polri menyebut para pemotor sedang melakukan balap liar, sejumlah komentar dalam unggahan tersebut justru menyebut para pemotor yang ditindak sedang melakukan sunmori.

Selain itu, pada Operasi Patuh Jaya yang digelar pertengahan Juli 2025, Polda Metro Jaya mengamankan puluhan moge diduga melanggar saat melaksanakan kegiatan satmori atau sunmori.

"Hari Sabtu kita juga melakukan penertiban cukup banyak kendaraan-kendaraan ber-cc besar, seperti kendaraan-kendaraan sport ber-cc besar yang ini juga cenderung tidak menggunakan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya kala itu Kombes Komarudin kepada wartawan, Senin (14/7/2025).

"Sekitar 30 yang kita tindak di sekitaran Monas, di sekitaran Bundaran HI, termasuk kemarin yang biasa beraktivitas di sekitar, Plaza Senayan, ya Senayan City, yang kita juga lakukan penegakan," tutur dia.

Komarudin mengimbau kepada para pengendara untuk berkendara dengan mematuhi aturan yang berlaku. 

"Silakan menggunakan kendaraan yang dimiliki, tapi patuhi ketentuan yang berlaku," ucap dia.

"Masyarakat dengan patuh itu sudah lebih dari cukup untuk membuat ataupun meminimalisir permasalahan transportasi atau lalu lintas di Jakarta," imbuh Komarudin.

(mou/kid)
placeholder