Kekeringan Landa Sikka, Warga Pakai Air Batang Pisang Buat Minum-Mandi

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 19:43 WIB
Ilustrasi lahan kering. (CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nestor Langga mengayunkan sebilah pisau besar miliknya ke batang pohon pisang yang berada tak jauh dari kediamannya di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia mengupas kulit, dan menggerok bagian bawah batang pohon pisang itu--tak jauh dari pangkalnya. Lalu Nestor meletakkan sebilah bambu yang telah dipotong setengah diameter--menyambungkan batang pohon pisang dan wadah di depannya.

Tak lama, perlahan air keluar dari batang pisang masuk ke dalam wadah yang disiapkan.

Nelson bercerita krisis air bersih melanda tempat tinggalnya di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga pekan terakhir.

Dirinya dan warga lainnya di desa itu pun t erpaksa memanfaatkan air dari batang pisang untuk kebutuhan sehari-hari.

"(Krisis air) sudah dua tiga minggu ini. Satu hari paling dua sampai tiga liter [dapat dari batang pohon pisang]," ujar Nestor, Selasa (29/9) dikutip dari detikBali.

Nestor mengatakan air yang didapat dari batang pisang bisa digunakan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak. Meski rasanya sepat dan agak pahit, dia bilang warga tak punya pilihan lain.

"(Rasanya) sepat juga. Untuk mandi dan cuci, bisa juga untuk masak," imbuhnya.

Nestor mengatakan sejauh ini belum ada bantuan air bersih untuk warga di Desa Tuanggeo.

Adapun Bupati Sikka, Yuventus Prima Yoris Kago, yang dihubungi detikBali belum membalas pesan hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sempat berkunjung dan menginap di Palue dalam safari politiknya sekaligus mengunjungi korban gempa Flores, beberapa waktu lalu.

Dalam momen itu, warga sempat berkeluh kesah kepada Jokowi mengenai kebutuhan penyulingan air laut menjadi air tawar.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK