Hasil Ekshumasi Sutrimo: Tidak Ada Luka Maupun Racun
Tim ekshumasi membeberkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah pria bernama Sutrimo--sosok yang disebut mantan pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto mengatakan tidak ditemukan bekas luka ataupun luka dari benda tajam maupun tumpul pada jenazah Sutrimo.
"Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah yang ada di sekitar pemakaman, tidak ditemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen ataupun sianida. Di sisi lain, pemeriksaan menemukan adanya kafein pada berbagai organ dan jaringan tubuh," kata Yudianto dalam konferensi pers, Rabu (30/9).
Disampaikan Yudianto, temuan penting lainnya adalah ada faktor risiko dan perubahan patologis pada sistem kardiovaskuler. Antara lain adanya tanda frank sign, ada lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri, lemak abdomen yang tebal, dinding arteri koroner yang keras dan menebal.
Kemudian, pemeriksaan dari histopatologi menunjukkan ada penyempitan lumen arteri pembuluh arteria sampai sekitar 75 persen.
"Berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut secara keseluruhan, baik pemeriksaan luar, dalam, serta pemeriksaan penunjang, maka kami disimpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian," tutur dia.
"Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut," sambungnya.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah menyatakan belum ditemukan ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian Sutrimo.
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Anom Danujaya mengatakan hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, hasil ekshumasi hingga hasil puslabfor Polri.
"Berdasarkan fakta-fakta yang telah dikumpulkan dan analis penyidik berkesimpulan belum ditemukan yang menunjukkan tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya saudara Sutrimo," kata Anom dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu.
Diketahui, pria bernama Sutrimo meninggal dunia pada Kamis (23/7) lalu. Sutrimo ditemukan dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
(dis/isn)