Kapolri Terpilih Suyudi Mau Ubah Stigma Polri No Viral No Justice
Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto ingin mengubah stigma atau ciri negatif 'no viral no justice' yang melekat pada Polri dan kerap digaungkan di media sosial oleh netizen.
Misi itu disampaikan Suyudi saat memberikan paparan visi misi sebagai Kapolri di depan anggota Komisi III DPR RI, Jakarta, pada Kamis (1/10).
Ia menyebut untuk mengubah stigma itu, laporan dari masyarakat tidak semestinya menunggu viral untuk diperhatikan.
"Logika yang harus diubah, bukan lapor menunggu viral baru diperhatikan. Tetapi lapor, diverifikasi, ditangani, diberi kabar perkembangan," kata Suyudi pada Kamis (1/10).
Suyudi juga menjelaskan setelah ditangani akan langsung diproses hukum.
"Diselesaikan sesuai dengan hukum," ujarnya.
Ia menyebut kewenangan yang kuat juga harus disertai pengawasan yang kuat.
Suyudi menjadi sosok yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo dalam surpres ke DPR.
Proses politik Suyudi di DPR berjalan relatif singkat.
Pada Kamis pagi, setelah surpres beredar di publik, Suyudi langsung menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.
Proses yang singkat berakhir dengan persetujuan secara aklamasi dari anggota Komisi III DPR terhadap Suyudi sebagai calon Kapolri baru.
Tak lama, DPR menggelar rapat paripurna dan menyetujui secara aklamasi penunjukan Suyudi sebagai Kapolri baru. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani dihadiri oleh 383 anggota dewan.
Puan mengatakan rencananya Presiden Prabowo akan melantik Suyudi Kamis siang ini di Istana, sehabis waktu zuhur.
(knf/wis)