Jokowi Respons Pergantian Kapolri: Memang Sudah Saatnya
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menilai pergantian posisi Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Komjen Suyudi Ario Seto sudah tepat.
Jokowi menyatakan pergantian Kapolri adalah hak prerogatif dari Presiden Prabowo Subianto. Pergantian Sigit pun dinilainya sudah tepat jika mempertimbangkan masa jabatannya sebagai kapolri yang sudah berjalan lima tahun lebih.
"Itu kan (pergantian Kapolri) kewenangan hak prerogatif dari Bapak Presiden Prabowo," kata Jokowi kepada awak media di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (1/10), dikutip dari detikcom.
"Dan juga sudah saatnya Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit ini sudah 5 tahun 8 bulan menjabat sebagai Kapolri. Saya rasa memang sudah saatnya," ucapnya.
Jokowi juga menilai positif sosok Suyudi sebagai pengganti Sigit.
"Dan penggantinya saya rasa cukup baik, pak Suyudi," ucapnya.
DPR RI hari ini resmi menyetujui Komjen Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Persetujuan diambil secara aklamasi dalam rapat paripurna DPR yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani,
Suyudi disahkan di paripurna setelah melewati uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR, Kamis pagi.
Uji kepatutan dan kelayakan berjalan relatif singkat. Dalam paparannya, Suyudi salah satunya menyoroti soal transparansi Polri dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan damai dalam mengawal demonstrasi.
Suyudi rencananya akan dilantik oleh Presiden Prabowo Kamis siang ini di Istana. Selain pelantikan Kapolri, Prabowo dikabarkan bakal melakukan kocok ulang kabinet.
Saat ini, pantauan CNN Indonesia, sejumlah menteri telah mendatangi Istana, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.