TPA Jatibarang Semarang Terbakar, 24 Jam Api Belum Padam

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 17:44 WIB
Kebakaran melanda area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, sejak Rabu (30/9) pukul 18.04 WIB. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran lahan terjadi di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (30/9) sekitar pukul 18.04 WIB.

Hingga Kamis (1/10), api masih belum sepenuhnya padam, namun titik api dilaporkan cenderung berkurang dan penanganan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

"Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Jawa Tengah, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis.

Berton menyebut BPBD Kota Semarang bersama tim gabungan melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi dengan berkoordinasi lintas sektor. Kata dia, upaya difokuskan pada pemadaman, pendinginan, serta pengendalian titik api pada area yang terbakar.

Disampaikan Berton, penanganan melibatkan unsur BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Satpol PP, unsur TNI dan Polri, PMI, pemerintah Kecamatan Mijen dan Kelurahan Jatibarang, serta komunitas relawan.

Dukungan peralatan yang dikerahkan meliputi satu unit truk tangki BPBD Provinsi Jawa Tengah, 11 unit truk pemadam kebakaran Kota Semarang, dua unit truk tangki PDAM, empat unit truk tangki DPU, satu unit truk tangki Perkim, satu unit truk tangki PMI Kota Semarang, satu unit ambulans PMI, satu unit ambulans Antasena, serta satu unit rescue Samapta Polda Jawa Tengah. Selain itu, turut dikerahkan satu unit ekskavator, satu unit loader, dan satu unit dozer dari Dinas Lingkungan Hidup.

Berton menyebut dalam proses penanganan ada sejumlah kendala yang dihadapi para petugas, antara lain titik api yang sulit dijangkau, akses jalan yang sempit, serta kondisi titik api yang cepat menyebar.

"Kondisi tersebut menjadi perhatian tim gabungan dalam menentukan strategi pemadaman dan pengendalian di lapangan," ujarnya.

Berton menuturkan pemerintah daerah juga menyiapkan kebutuhan penanganan berupa dukungan logistik, pasokan air, dan dapur umum untuk mendukung personel yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran.

Lebih lanjut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya selama kondisi cuaca kering.

Selain itu, masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada aparat maupun pemerintah daerah setempat.

"Hingga Kamis (1/10), tim gabungan masih melakukan penanganan di area terdampak dengan memprioritaskan pemadaman dan pendinginan serta memastikan api dapat dikendalikan agar tidak meluas ke area lainnya," tutur Berton.

(dis/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK