Penyelam Hilang Saat Evakuasi Bangkai Kapal Karam Probolinggo
Seorang penyelam dilaporkan hilang saat melakukan proses pengangkatan bangkai kapal yang karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Penyelam bernama Ismail (58) asal Kecamatan Mayangan itu diduga mengalami kendala saat berada di kedalaman laut hingga akhirnya tidak muncul lagi ke permukaan air.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa menyatakan tim langsung bergerak setelah menerima informasi dari petugas Pos TNI AL Paiton pada Kamis (1/10) sore.
"Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi menerima laporan kondisi membahayakan manusia berupa seorang penyelam yang hilang saat melakukan penyelaman di bangkai kapal karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/10)," kata Oka.
Peristiwa nahas ini bermula pada Kamis pagi sekitar pukul 10.03 WIB. Saat itu Ismail sedang menyelam ke bangkai KM Bahagia pada kedalaman sekitar 40 meter.
Ismail dan rekannya yang berada di atas perahu mengandalkan selang sebagai alat bantu sekaligus medium komunikasi. Tapi setelah beberapa saat, Ismail ternyata tidak kunjung memberikan sinyal atau tarikan dari dalam air.
"Saat penyelaman berlangsung, korban dan saksi, Muhari, telah menyepakati kode komunikasi melalui selang penyelaman. Namun, setelah hampir 30 menit tidak terlihat adanya pergerakan pada selang tersebut, saksi berinisiatif menarik selang secara perlahan, tetapi korban tidak muncul ke permukaan," ucapnya.
Menyadari rekannya hilang, saksi bersama pihak keluarga dan nelayan sekitar langsung melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian hingga pukul 13.00 WIB. Karena hasil pencarian nihil, insiden tersebut akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang untuk meminta bantuan tim penyelamat profesional.
Titik hilangnya Ismail berada di koordinat yang berjarak sekitar 171 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.
Merespons laporan tersebut, tim SAR segera merapat ke lokasi kejadian dengan peralatan lengkap untuk memaksimalkan operasi penyisiran di perairan Kalibuntu.
"Kami telah mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 16.05 WIB. Tim membawa Rescue Car Type II, rubber boat dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, medis, serta komunikasi," ucapnya.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur gabungan yang terdiri dari SAR Banyuwangi, TNI AL Paiton dan Mayangan, Satpol Air, BPBD Kabupaten Probolinggo, serta aparat desa dan nelayan setempat.
Proses pencarian akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan arus di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung dan korban belum berhasil ditemukan.
(frd/gil)