Suasana duka menyelimuti keluarga anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Kamis (1/10). Tiga petugas damkar meninggal dunia dalam kecelakaan saat menjalankan tugas menuju lokasi kebakaran di wilayah Gentung.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, melayat ke rumah duka bersama Bupati Pangkep dan jajaran terkait. Kehadiran tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada keluarga korban.
Petugas yang gugur adalah Danton Ince Irwan Nurdin, Rusman Hadi, dan Jamaluddin. Sementara empat anggota lainnya masih dirawat di rumah sakit, yakni Kasi Evakuasi Muh Insani Kamil, Muhammad Ardi, Agus, dan Haris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan terjadi saat mobil damkar berupaya mendahului kendaraan di depannya. Pengemudi yang menghadapi truk terparkir kemudian membanting setir ke kanan, lalu mobil menabrak trotoar dan terguling dua kali.
Safrizal menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Pemerintah juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi para petugas yang gugur.
"Saya diutus Bapak Menteri Dalam Negeri untuk menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petugas yang telah gugur," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10).
Masing-masing ahli waris petugas gugur menerima santunan duka Kemendagri sebesar Rp20 juta dan Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan Rp70 juta. Adapun empat korban luka menerima santunan masing-masing Rp5 juta.
Safrizal menegaskan peristiwa ini menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) pemadaman dan penyelamatan. Evaluasi dilakukan guna memastikan petugas di garis depan memperoleh perlindungan serta dukungan sistem yang memadai.
"Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini kembali terjadi. Karena itu, duka ini harus menjadi momentum untuk melakukan perbaikan. SOP operasi, kesiapan personel, kondisi kendaraan, sarana prasarana, sampai dengan sistem dukungan keselamatan petugas harus kita lihat kembali," kata dia.
Safrizal juga mengingatkan masyarakat terkait kedudukan armada damkar di jalan raya sesuai Pasal 134 UU Nomor 22 Tahun 2009. Mobil damkar yang bertugas merupakan pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan.
Ia mengimbau masyarakat segera memberi ruang jalan ketika mendengar sirene atau melihat mobil pemadam melintas. Langkah kecil tersebut sangat menentukan keselamatan jiwa orang lain.
"Ketika sirene damkar berbunyi, di dalam kendaraan itu ada petugas yang sedang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan orang lain. Berikan jalan. Ruang beberapa meter dan beberapa detik yang kita berikan bisa sangat berarti," tegasnya.
Usai melayat, Safrizal menggelar pertemuan bersama Bupati Pangkep dan jajaran terkait untuk membahas langkah pembenahan sistem damkar. Pembahasan berfokus pada penguatan sistem, peralatan, anggaran, serta perlindungan bagi para petugas.
Terdapat lima agenda utama, dimulai dari penempatan layanan damkar sebagai prioritas anggaran daerah berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, percepatan pemenuhan sarana dan prasarana armada juga menjadi fokus perhatian.
Agenda berikutnya mencakup peningkatan kualitas serta kuantitas SDM melalui pelatihan kompetensi dan keselamatan kerja. Ditjen Bina Adwil juga mendorong integrasi layanan berbasis waktu tanggap lewat Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.
Agenda terakhir memastikan seluruh anggota damkar terdaftar dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Program ini memberikan kepastian pelayanan kesehatan dan manfaat tunai jika terjadi kecelakaan kerja.
Safrizal menegaskan keselamatan masyarakat tidak lepas dari keselamatan para petugas yang menjadi garda terdepan. Tragedi Pangkep harus menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem pemadam kebakaran.
"Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Kita hormati mereka dengan terus memperbaiki sistem, sehingga ke depan semakin banyak petugas yang bisa pulang kembali kepada keluarganya setelah menunaikan tugas," pungkas dia.
(rir)