Poin-poin Sidang PHPU Gibran: Ungkap Dasar Surat Penyetaraan SMA

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Okt 2026 13:00 WIB
Mahkamah Konstitusi (MK)
SIdang PHPU Gibran di MK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Bukan ijazah

Hakim Konstitusi mendalami Certificate of Attendance atau persentase kehadiran dan transkip nilai yang disebut diserahkan Gibran saat mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Presiden 2024-2029.

Anggota tim penilai dan verifikasi dokumen pendidikan Gibran di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Taufiq Damarjati, mengatakan pihaknya hanya menerima Certificate of Attendance Gibran dari UTS Insearch yang sekarang bernama UTS College di Sydney, Australia.

"Ini berkaitan dengan dokumen-dokumen yang dari Insearch itu, apa saja bentuk sertifikat yang bapak terima selain yang ada di sini? Jadi, ini yang judulnya disebut sertifikat itu, Insearch Certificate of Attendance. Apakah ada sertifikat lain yang disampaikan ke kementerian ketika itu?" tanya Wakil Ketua MK Saldi Isra yang menjadi pimpinan sidang perkara nomor: 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024, Jumat (2/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih, Yang Mulia. Untuk sertifikat lain selain Certificate of Attendance tidak ada, Yang Mulia," terang Taufiq.

"Jadi, satu-satunya yang ada judulnya sertifikat yang diterima oleh kementerian ketika itu adalah Certificate of Attendance ya?" tegas Saldi.

"Siap, Yang Mulia," jawab Taufiq.

Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Australia, Yuli Rahmawati, yang hadir secara daring menilai Certificate of Attendance merupakan persentase kehadiran selama mengikuti pendidikan.

"Bu Yuli, yang dari Canberra. Apakah orang-orang yang ikut apa namanya pendidikan di Insearch ini, ada juga enggak yang melapor ke atase atau ke KBRI setelah mereka menyelesaikan pendidikan?" tanya Saldi.

"Sepengetahuan arsip saya sampai saat ini tidak ada. Tapi, untuk pendidikan yang sejenis college(akademi), kami pernah menerima dari Monash College, Yang Mulia," jawab Yuli.

"Berarti Ibu atau KBRI tidak pernah menerima yang sejenis atau yang seperti yang di Insearch ini ya, tapi kalau college-nya ada, ya?" tanya Saldi lagi.

"Ada, kalau college lain ada," jawab Yuli.

Saldi lantas bertanya apa pemaknaan Yuli terhadap Certificate of Attendance. Hakim bertanya apakah sertifikat itu bisa disamakan dengan ijazah.

"Saya mau tanya, Bu, sebagai atase pendidikan, bagaimana Ibu memaknai sebuah dokumen yang di situ eksplisit tertulis Certificate of Attendance? Apakah itu dalam konteks pendidikan, bisa enggak disamakan dengan ijazah tamat dari sebuah proses pendidikan?" tanya Saldi.

"Untuk Certificate of Attendance umumnya untuk keperluan visa, beberapa kali ditanyakan untuk attendance. Tapi, untuk ijazah, yang tertulis, biasanya yang kami terima untuk surat keterangan sekolah adalah nama, kemudian waktunya, tanggal, dan kemudian gelar yang diterima berikut informasi pendidikan," terang Yuli.

"Termasuk itu yang ada di Insearch, ya?" timpal Saldi.

"Iya," jawab Yuli.

Yuli memaknai Certificate of Attendance sebagai persentase kehadiran selama mengikuti perkuliahan. Kata dia, sertifikat itu dikeluarkan karena permintaan, bukan otomatis dikeluarkan universitas.

"Jadi, kalau begitu Ibu memaknai Certificate of Attendance ini sebagai apa, sebagai atase? Apa yang Ibu maknai?" tanya Saldi.

"Kalau yang saya maknai adalah persentase kehadiran selama mengikuti perkuliahan. Jadi, sering kali sertifikat itu umumnya dikeluarkan karena permintaan, bukan yang otomatis dikeluarkan oleh sebuah universitas," tutur Yuli.

(ryn/dal)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2