Benyamin S Award 2026 Nilai Potensi dan Inovasi Kelurahan

Pemprov DKI Jakarta | CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 11:41 WIB
Arsip Pemprov DKI Jalarta
Foto: Arsip Pemprov DKI Jalarta
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Benyamin S Award 2026. Memasuki tahap penjurian lapangan, tim juri menyambangi 27 kelurahan terseleksi untuk melihat langsung berbagai program dan inovasi yang menjadi unggulan di masing-masing wilayah.

Penjurian lapangan ini merupakan lanjutan setelah para peserta melewati tahap verifikasi online. Tim juri turun langsung ke lima wilayah kota administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu untuk menilai potensi kelurahan berdasarkan kategori yang ditetapkan dalam ajang tahunan tersebut.

Kedatangan tim juri di sejumlah kelurahan turut disambut pertunjukan musik tradisional, kesenian, dan budaya Betawi. Suasana tersebut menjadi bagian dari upaya kelurahan menunjukkan karakter serta potensi wilayah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benyamin S Award sendiri mengambil nama dari seniman legendaris Betawi, Benyamin Sueb. Nama tersebut sekaligus menjadi akronim dari empat pilar penilaian, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.

Tim juri berasal dari staf ahli Gubernur DKI Jakarta serta sejumlah ahli dari organisasi perangkat daerah. Mereka menilai langsung berbagai potensi dan inovasi yang ditawarkan 27 kelurahan di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu.

Juri Benyamin S Award 2026, Nirwono Joga, mengatakan penilaian lapangan antara lain melihat upaya kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

"Yang pertama, potensi dari masing-masing kelurahan dalam hal memenuhi atau mewujudkan kelurahan yang bersih, artinya bebas sampah. Kedua, adalah kelurahan yang nyaman bagaimana upaya dari setiap kelurahan untuk membebaskan kelurahannya dari kawasan kumuh maupun juga BABS," kata Nirwono.

Menurutnya, penilaian juga mencakup potensi ruang terbuka hijau yang dapat dikembangkan menjadi taman di tengah kepadatan perkotaan. Selain itu, tim juri menemukan potensi seni budaya dan kuliner yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.

"Dan yang ketiga, kita menemukan juga potensi ruang terbuka hijau untuk dijadikan taman di tengah kepadatan kota. Dan yang menarik lagi adalah tambahan munculnya potensi-potensi seperti seni budaya, kemudian ada kuliner yang bisa jadi harapan destinasi wisata di 3 kelurahan tersebut," ujarnya.

Tahap penjurian lapangan juga menjadi momentum bagi para lurah untuk menunjukkan hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun wilayah.

Lurah Kebon Sirih, Henny Mahrojah, mengatakan persiapan mengikuti Benyamin S Award tidak mudah karena membutuhkan kesamaan persepsi antara pemerintah kelurahan dan warga.

"Untuk persiapan kami kelurahan Kebon Sirih dalam mengikuti Benyamin S Award ini menurut saya tidak mudah ya, karena memang kita harus menyamakan persepsi antara pemerintah dan juga warga. Terus kemudian alhamdulillah setelah dilakukan koordinasi kolaborasi itu alhamdulillah berjalan dengan lancar, warga mendukung terkait dengan kegiatan BSA ini," kata Henny.

Sementara itu, Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi, mengatakan wilayahnya mengunggulkan kategori Bersih dan Nyaman. Salah satu program yang ditonjolkan yakni pengelolaan sampah di RW 6 melalui bank sampah dan pemilahan sampah secara rutin.

"Menjagokan dua kategori, yaitu bersih dan nyaman. Bersihnya di wilayah RW 6. RW 6 ini ada bank sampah dan ada kegiatan rutin pemilahan sampah di wilayah warganya. Sehingga kalau di RW 6 ini sampah itu jadi rejeki, jadi berkah," ujar Yuyun.

Hal senada disampaikan Lurah Utan Kayu Selatan, Ria Handayani. Dia optimistis kelurahannya dapat memberikan hasil terbaik berkat kolaborasi berbagai unsur masyarakat.

"Insyaallah kita optimis karena ini semua berkat kerja sama kita semua. Baik Pak RT, Pak RW, LMK, semua seni budaya kita semua bekerja sama untuk mempersiapkan pelaksanaan perlombaan BSA di tahun 2026 ini. Dan semoga hasilnya dapat membangun wilayah kelurahan Utan Kayu Selatan ini lebih maju lagi. Amin," kata Ria.

Kabag Kerja Sama Pihak Ketiga Biro KSD Setda Provinsi DKI Jakarta, Faisal, mengatakan data hasil penjurian masih akan dikurasi sebelum ditentukan kelurahan yang melaju ke tahap berikutnya.

"Data tentu kami masih kurasi, tentu kami akan recap dan hari ini sore biasanya kami dari tim pejuri tingkat provinsi. Kita akan melakukan penilaian untuk memilih beberapa kelurahan yang akan mewakili Jakarta Barat untuk masuk ke 10 besar dari tingkat kota untuk mewakili sampai dengan tingkat provinsi," kata Faisal.

Kelurahan yang lolos sebagai finalis nantinya akan mengikuti tahapan lanjutan, di antaranya verifikasi langsung dan presentasi tatap muka.

Rangkaian tersebut akan menjadi penentu sebelum pemerintah menetapkan kelurahan terbaik pada masing-masing kategori Benyamin S Award 2026.

Adapun pengumuman pemenang kelurahan terbaik pada setiap kategori dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026.

(inh)