Pramono Masih Kaji Rencana Aturan Ganjil Genap hingga Kota Tua
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut akan segera memutuskan wacana penerapan ganjil-genap (gage) di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, hingga Kota Tua, Jakarta Utara
Ia menyebut masih terus mengkaji wacana penerapan kebijakan tersebut.
"Yang pertama untuk ganjil-genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan. Di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua," ujar Pramono di Velodrome, Jakarta, Minggu (4/10), seperti dikutip dari Detik.
"Itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama. Dan untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai kebijakan ganjil-genap tersebut," ucapnya.
Pramono mengatakan salah satu pertimbangan penerapan gage itu bertalian dengan proyek pengerjaan MRT fase 2 yang ditargetkan rampung pada 2027.
Setelahnya, barulah ia akan memutuskan apakah nantinya kebijakan ganjil genap itu masih perlu dilakukan atau tidak.
"Karena memang pekerjaan di permukaan untuk MRT mudah-mudahan sampai dengan 2027 itu sudah bisa terselesaikan," ujar dia.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan diperlukan evaluasi untuk melihat kembali efektivitas penerapan ganjil-genap di Jakarta.
Ia mengatakan penerapan gage itu sudah berlangsung selama 10 tahun, sehingga diperlukan evaluasi efektivitas kebijakan tersebut.
Budi menyebut evaluasi itu tak hanya melihat dampak ganjil-genap terhadap kelancaran lalu lintas.
Namun, Pemprov Jakarta juga akan melihat dampak kebijakan terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian.
"Termasuk rute-rutenya perlu kita kaji lagi," ujar Budi.
Aturan ganjil genap berlaku di Jakarta sejak 30 Agustus 2016 lalu. Aturan ini untuk menggantikan kebijakan 3 in 1 yang dinilai tidak lagi efektif.
Secara teknis, hanya pelat nomor dengan angka terakhir (ganjil/genap) yang harus sesuai dengan tanggal kalender yang boleh melintas di ruas jalan tertentu.
Saat ini, aturan itu berlaku di 26 ruas jalan utama pada Senin-Jumat selama Pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.
Beberapa ruas jalan itu di antaranya; Jalan Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan M.T. Haryono, hingga Jalan H.R. Rasuna Said.
(rds)