Basarnas Hentikan Penyelaman Evakuasi Korban Km Virgo 8, Ini Alasannya

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 18:25 WIB
Basarnas Temukan Dua Korban di Dalam Badan KM Kapal Virgo 8
Basarnas menghentikan operasi penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban yang berubah. (Dok. Basarnas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas menghentikan operasi penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang masih hilang.

Keputusan itu diambil setelah kondisi jasad korban mengalami perubahan sehingga pencarian bawah air dinilai tidak lagi efektif dilakukan dalam situasi saat ini.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kondisi korban pada awal operasi masih memungkinkan untuk dievakuasi dari kapal yang tenggelam dan diterima di permukaan air oleh tim SAR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/4) malam.

Namun, kondisi tersebut berubah seiring struktur kapal yang terus mengalami perubahan sejak hari pertama pencarian. Syafii mengatakan situasi di dalam kapal kini membuat proses evakuasi korban menjadi lebih sulit.

"Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang," ujarnya.

Basarnas berharap pemilik kapal dapat segera melakukan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keberadaan korban yang diduga masih berada di dalam kapal sekaligus memudahkan proses evakuasi setelah kapal berhasil diangkat dari dasar laut.

"Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi," tuturnya.

Syafii menjelaskan masih terdapat sejumlah bagian kapal yang belum dapat dijangkau penyelam, termasuk lambung kiri. Namun, kondisi kapal dan bagian dalamnya dinilai sangat labil sehingga dapat membahayakan keselamatan penyelam.

Meski operasi penyelaman dihentikan, Basarnas memutuskan pencarian korban tetap dilanjutkan. Berdasarkan hasil evaluasi pada hari ke-21, pencarian akan difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut.

Wilayah pencarian tersebut mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.

Hingga hari ke-22 operasi SAR, Minggu, pukul 17.30 Wita, Basarnas mengonfirmasi 190 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia, sementara 53 korban lainnya masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

(antara/isn)
placeholder