Mabes TNI melakukan perubahan seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 bertepatan dengan dengan peringatan HUT ke-81 TNI, pada Senin (5/10).
Seragam baru tersebut terlihat dipakai oleh para prajurit TNI dalam upacara yang dipimpin Prabowo Subianto. Pantauan CNNIndonesia.com, seragam baru itu memiliki jas berkerah tegak dengan aksen merah di bagian kerah.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut desain pakaian Dinas Upacara ini mengadopsi budaya dan kearifan lokal yang terkandung pada beskap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Filosofinya, jadi kita kebudayaan. Beskap inikan, kearifan lokal supaya kita bisa mandiri secara pakaian. Punya ciri khas, bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI secara budaya Indonesia mewakili beskap," tuturnya.
Selain area kerah, perbedaan juga terletak pada bagian kancing seragam serta pergelangan tangan. Adapun seragam itu telah digunakan oleh ketiga matra TNI AD, AU dan AL.
Di sisi lain, Agus menyebut kemiripan dengan pakaian upacara militer beberapa negara merupakan hal yang wajar. Lantaran, kata dia, pakaian militer negara-negara ASEAN memang hampir mirip.
"Di Asia tuh pakaian hampir sama. Pakaian tuh hampir sama di ASEAN hampir sama. Daerah-daerah lain kalau saya ke luar negeri juga hampir sama pakaiannya. Lagian dulu satu rumpun," imbuhnya.
Dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan (Tanhor) Bintang Mahaputra kepada sejumlah petinggi negara dan pejabat militer.
Di antara nama-nama yang menerima tanhor tersebut, ada nama Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Selain itu, ketiga kepala staf angkatan juga mendapatkan tanhor. Yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.