95 Rumah-Belasan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 95 rumah warga rusak akibat gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah itu berdasarkan hasil pendataan pada Senin (5/10) pukul 00.15 WIB.
"Total rumah rusak mencapai 95 unit, dengan rincian 1 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 82 unit rusak ringan. Seluruh rumah rusak tersebut teridentifikasi di Kabupaten Sumba Barat Daya," kata Berton dalam keterangannya, Senin.
Berdasarkan pendataan, sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut juga turut terdampak. Fasilitas yang mengalami rusak ringan meliputi tempat ibadah sebanyak 5 unit, fasilitas pendidikan 3 unit, fasilitas kesehatan 6 unit, dan rumah dinas 3 unit serta satu fasilitas pendidikan mengalami rusak sedang.
Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat juga terdapat 3 rumah dinas dan 2 bangunan koperasi yang mengalami rusak ringan.
"Data dampak tersebut masih terus dimutakhirkan oleh BPBD di kedua kabupaten," ucap Berton.
Disampaikan Berton, merespons kondisi darurat itu, pemerintah daerah Sumba Barat Daya telah mengaktifkan pos komando untuk terus melakukan pemantauan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Semua pihak diharapkan bekerja sama dalam mengoptimalkan pengawasan dan pencegahan karhutla.
"Sementara dalam menghadapi bahaya gempa bumi, masyarakat agar selalu waspada karena waktu dan lokasi kejadian gempa bumi tidak dapat diprediksi. BNPB meminta warga di wilayah yang diguncang gempa untuk memeriksa kondisi rumah sebelum kembali memasukinya," tutur Berton.
Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/10) pukul 06.55 Wita.
Berdasarkan pemantauan sementara dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit pada beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.
Akibat gempa bumi itu, seorang lansia berusia 73 tahun di Kodi Utara meninggal dunia.
"Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi," kata Kapolsek Kodi Utara Akp Bernadus Bili Kandi seperti dikutip dari Antara, Minggu.
(dis/isn)