5 Karyawan Ruko di Surabaya Alami Luka Bakar di Wajah Imbas Ledakan

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 12:38 WIB
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026), menyusul ledakan yang mengakibatkan lima orang terluka dan sejumlah bangunan rusak. ANTARA/Didik Suhartono
Ledakan di Surabaya. (ANTARA/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia --

Lima orang karyawan Depot Nasi Tempong Sri Dewi dilaporkan mengalami luka bakar, khususnya pada bagian wajah, akibat ledakan dahsyat di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa pagi (6/10). Seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya Irvan Widyanto memastikan bahwa kelima korban yang terdampak langsung oleh ledakan tersebut merupakan pekerja di Depot Nasi tempong itu sendiri.

"Untuk korban total ada lima orang dan semuanya adalah karyawan dari rumah makan tersebut," kata Irvan di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total kelima korban luka bakar, tiga orang saat ini sedang dirawat di RSUD Haji Surabaya. Sementara itu, dua orang korban lainnya terpaksa dipindahkan RSUD Dr Soetomo karena kondisi luka yang membutuhkan tindakan medis lanjutan.

"Untuk tiga orang ini masih berada di Rumah Sakit Haji. Untuk yang dua orang ini perlu penanganan lebih lanjut, kita rujuk ke RSUD Dr Soetomo," ujarnya.

Mengenai kondisi fisik para korban, Irvan mengatakan, ledakan itu melukai area wajah pekerja. Tapi, pihak BPBD saat ini belum dapat memastikan persentase tingkat keparahan luka bakar para korban.

"Mereka rata-rata kalau dari data di teman-teman yang waktu melakukan pendataan rata-rata luka bakar. Kita belum sampai menghitung sampai kena [luka bakar] berapa persen, yang jelas rata-rata mereka terkena pada bagian wajah," ucapnya.

Selain berfokus pada penanganan medis korban luka, tim gabungan dari BPBD, aparat kecamatan setempat, dan perwakilan pengelola kawasan Pakuwon City saat ini sedang melakukan pendataan langsung ke area permukiman yang terdampak getaran ledakan.

"Saat ini saya dengan Pak Camat dan jadi ini juga Pak Awan dari Pakuwon, kita sedang jalan kaki menuju ke rumah yang terdampak. Kita mau lihat, kita juga sedang melakukan pendataan dan seperti apa nanti, kebetulan ada Pak Camat juga jadi kita masih diskusikan," kata dia.

Terkait skema penggantian kerugian materiil bagi puluhan bangunan maupun kendaraan warga yang rusak, pemerintah kota masih membahas keputusan tersebut. Irvan menyebut pihaknya masih melakukan validasi data di lapangan.

"Kita ini kan masih melakukan pendataan ya. Jadi termasuk pendalaman. Jangan sampai ketika kita melakukan pendataan ternyata data itu tidak valid. Oleh sebab itu sampai dengan sekarang masih kita dalami," tutur Irvan.

Sebuah ledakan keras dilaporkan terjadi di Depot Nasi Tempong Sri Dewi di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, dampak ledakan membuat bangunan ruko depot tersebut luluh lantak. Tak hanya itu toko-toko yang berada di samping outlet tersebut juga terpantau hancur.

Sedikitnya 41 bangunan yang terdiri dari deretan ruko dan permukiman warga dilaporkan rusak imbas ledakan ini. Selain itu sejumlah 11 kendaraan roda dua, empat kendaraan roda empat dan satu truk juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan turut menegaskan, berdasarkan pendalaman kepolisian, pusat ledakan berasal dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa.

Luthfie menuturkan indikasi kebocoran itu sebenarnya sudah disadari oleh pekerja di rumah makan tersebut sesaat sebelum ledakan terjadi.

"Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie.

(frd/dal)
placeholder