Prabowo Ingin Ubah Nama BNN, Soroti Fenomena Kampung Narkoba
Presiden RI Prabowo Subianto mengaku akan mengubah nama Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika.
"BNN, Badan Narkotika ya yang nanti kita akan perbaiki namanya, ya, Badan Pemberantasan, Badan Nasional Penanggulangan Narkotika," ujar Prabowo ketika menghadiri acara penyerahan denda dan penyelamatan keuangan negara dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (6/10).
Dalam pidatonya di agenda tersebut, Prabowo juga membahas keberadaan jaringan-jaringan narkoba dan kampung narkoba di Indonesia.
"Juga, telah berhasil memberantas puluhan jaringan-jaringan narkoba, puluhan kampung-kampung narkoba. Rupanya di Indonesia ini adalah kampung-kampung Narkoba. Ada kampung narkoba," katanya.
Kemudian, Prabowo menyinggung insiden yang menimpa petugas ketika sedang melakukan upaya pemberantasan. Ia pun menyebut akan bekerja lebih keras dalam menangani persoalan ini
"Kalo petugas masuk, petugas yang diserang, saudara-saudara. Sudah beberapa petugas kepolisian yang mati mau tertibkan narkoba itu. Saudara-saudara ini tantangan tidak hanya di negara kita tapi kita akan bekerja lebih keras," ungkap Prabowo.
Pekan lalu, tepatnya pada Kamis (1/10), Prabowo baru saja melantik eks kepala BNN Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Listyo kemudian dilantik Prabowo jadi Kepala Staf Presiden (KSP).
Pelantikan ini menyusul pengesahan Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri oleh DPR. Nama Suyudi dilaporkan menjadi satu-satunya nama yang diserahkan Presiden Prabowo Subianto dalam Surat Presiden R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.
(mou/kid)