Blora Dorong Sekolah Sisan Ngaji Diterapkan di Jenjang SMA

Pemkab Blora | CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 22:04 WIB
Arsip Pemkab Blora
Bupati Blora Arief Rohman. (Foto: Arsip Pemkab Blora)
Jakarta, CNN Indonesia --

Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Blora berpeluang diperluas ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pemkab Blora kini menyiapkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar program tersebut dapat diterapkan di tingkat SMA.

Upaya perluasan itu dilakukan karena pengelolaan jenjang SMA berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Jika mendapat persetujuan, Blora berpeluang menjadi daerah percontohan atau pilot project penerapan SSN di jenjang SMA se-Jawa Tengah.

Tak hanya menyasar SMA, Pemkab Blora juga menyiapkan perluasan SSN ke jenjang Madrasah Aliyah (MA). Untuk itu, Pemkab Blora akan menindaklanjuti kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Blora tengah mengajukan draf nota kesepahaman (MoU) kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA.

"Alhamdulillah, Program Sekolah Sisan Ngaji yang kita jalankan di Blora mendapat respons positif. Ke depan akan dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA," Kata Arief dalam keterangan resmi, Selasa (6/10).

Selain kerja sama dengan pemerintah provinsi, Arief mengatakan Pemkab Blora juga akan menindaklanjuti kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memperluas program tersebut ke jenjang MA.

"Kami juga akan menindaklanjuti kerja sama dengan Kementerian Agama untuk jenjang MA, sehingga penguatan karakter berbasis keagamaan ini dapat menjangkau lebih banyak siswa," kata Arief.

Menurut Arief, perluasan SSN bukan semata soal menambah cakupan program pendidikan. Lebih dari itu, SSN diarahkan untuk memastikan pendidikan mampu membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan akhlak.

"Kita ingin pendidikan tidak hanya mencetak anak-anak yang pintar, tetapi juga anak-anak yang memiliki karakter, nilai agama, sopan dalam perilaku, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujarnya.

Gagasan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Arief menilai kecerdasan akademik perlu berjalan beriringan dengan keimanan dan akhlak agar generasi muda memiliki bekal yang lebih utuh.

"Anak-anak Blora harus menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tidak kehilangan jati diri; cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya," tegasnya.

Semangat tersebut juga terlihat dalam penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SMP Tingkat Kabupaten Blora 2026.

Ajang yang dibuka Arief di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa (6/10), itu diikuti 106 SMP negeri maupun swasta dengan total 840 peserta.

MAPSI tidak hanya menjadi ajang untuk mencari siswa berprestasi di bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kepercayaan diri, sekaligus memperkuat nilai keagamaan.

"Luar biasa, kegiatan ini diikuti 106 SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Blora dengan jumlah peserta mencapai 840 siswa. Artinya, hari ini kita sedang mempertemukan ratusan anak-anak hebat Blora yang memiliki semangat untuk belajar, berkarya, dan berprestasi," kata Arief.

Dalam kesempatan ini Gus Arief berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan rasa percaya diri.

"Bagi yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati. Yang mendapatkan juara jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan," ujarnya berpesan.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara MAPSI SMP Kabupaten Blora 2026, Sunaryo, menjelaskan kegiatan ini merupakan rangkaian seleksi untuk menentukan wakil Kabupaten Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar di Kabupaten Semarang pada 13-15 November 2026.

"Tahun ini lomba MAPSI tingkat provinsi akan dilaksanakan di Balaikota Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Para juara di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Blora untuk berkompetisi di tingkat provinsi," ujarnya.

Sunaryo melaporkan, MAPSI tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba, baik perorangan maupun beregu. Cabang yang dilombakan meliputi Cerdas Cermat Islam (CCI), pidato putra dan putri, tilawatil Quran, tartil Al-Quran, tahfidz, adzan, kaligrafi, hingga rebana.

Cabang CCI diikuti 69 sekolah dengan total 207 peserta, sedangkan lomba rebana diikuti 11 sekolah dengan 187 peserta. Selain kategori juara utama, cabang rebana juga memperebutkan penghargaan khusus untuk aransemen terbaik dan vokalis terbaik.

Menurut Sunaryo, juara pertama dari masing-masing cabang lomba akan menjadi wakil Kabupaten Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap kontingen Blora mampu melanjutkan tradisi prestasi yang selama ini berhasil diraih di tingkat provinsi.

"Semoga Kabupaten Blora dapat meneruskan tradisi tahun-tahun sebelumnya yang selalu pulang membawa piala dan prestasi dari tingkat provinsi," katanya.

Lanjut, Sunaryo menegaskan bahwa MAPSI juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan Program Sekolah Sisan Ngaji yang digagas Pemerintah Kabupaten Blora.

(inh)