Sejumlah warga antusias menghadiri Kelapa Gading Street Fest, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Selasa (6/10). Festival ini diadakan di Taman Joging 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kelurahan Kelapa Gading Timur menjadi salah satu finalis Benyamin S Award.
Warga terlihat sudah memenuhi area Taman Joging 1. Warga disuguhkan dengan penampilan Palang Pintu, drumband dari SMKN 33 Jakarta, dan pawai Eco Parade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pawai Eco Parade diramaikan oleh masyarakat yang mengenakan kostum dari hasil daur ulang. Kostum-kostum daur ulang ini terbuat dari beragam bahan, mulai dari bekas kemasan kopi, koran, tutup botol, hingga koran goni.
Ina (43) menjadi salah satu peserta pawai. Ia mengenakan topi bulat besar yang terbuat dari bubble wrap dan dress megah dari gabungan bubble wrap, plastik, dan banner.
Tak hanya itu, tampilannya juga lengkap dengan sayap besar dan tongkat yang dihias menggunakan kertas nasi.
"Hari ini kita konsepnya pilah sampah ya, jadi menggunakan bahan bahan daur ulang. Kalo ini ratu pilah sampah. Ini dari bubble wrap, plastik plastik, kertas nasi," ujar Ina.
Ina sebut, ia dan teman-temannya memeriahkan acara pawai dengan kostum megah atas inisiatif sendiri.
"Ini kita inisiatif sendiri semuanya. Hanya satu hari semua kelar," ungkapnya.
Ina berharap kedepannya acara seperti Kelapa Gading Street Fest dapat terus diadakan.
"Setiap tahun diadain, makin kreatif, makin meriah lagi untuk tahun-tahun kedepannya," kata Ina.
Harapan yang sama juga diungkapkan oleh warga lainnya, Rina (53) dan Neneng (58). Kedua warga Kelapa Gading Timur ini sudah mengikuti acara Kelapa Gading Street Fest sejak sebelum jam tujuh pagi.
"Bener bener dinikmati gitu karena ini baru ya acara seperti ini baru diadain," ujar Rina.
Mereka berharap kegiatan semacam ini terus diadakan dan bisa semakin ramai. Biasanya, acara festival seperti Kelapa Gading Street Fest hanya berlangsung pada hari Minggu, sebut mereka.
Tak lupa, mereka juga menyatakan dukungannya untuk Kelurahan Kelapa Gading Timur dalam Benyamin S Award.
"Untuk kelurahan kelapa gading timur semoga bisa menjadi juara di Benyamin S ini," ujar Neneng.
Kelapa Gading Street Fest juga diramaikan oleh para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dedeh (53) dan suaminya menjadi salah satu pedagang UMKM di sini. Keduanya berjualan lupis dan sengkulun sambil mengenakan pakaian Betawi.
Saat dikunjungi, mereka terlihat sudah merapikan booth jualan mereka. Ternyata, persediaan lupis dan sengkulun mereka telah habis terjual.
Dedeh pun mengungkapkan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan Kelapa Gading Street Fest.
"Seneng aja ya ini kan membantu masyarakat ekonomi kecil ya menengah ke bawah ya. Untuk supaya bisa cari nafkah kita membantu keluarga dengan adanya kayak gini kan lebih terakomodir," ujar Dedeh.
Ia pun menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah untuk adanya bantuan terhadap para pedagang.
"Saya berharap sih ya pemda pemda setempat gitu ya membantu kita para pedagang-pedagang ini supaya lebih berkembang, lebih maju untuk memajukan perekonomian," ungkapnya.
Kelurahan Kelapa Gading Timur kini menjadi salah satu dari 10 finalis Benyamin S Award.
Benyamin S Award merupakan acara penghargaan yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengapresiasi program dan inovasi kelurahan dalam meningkatkan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 10 kelurahan finalis akan berpartisipasi dalam tahap penilaian tatap muka di pekan mendatang. Sementara itu, acara puncak Benyamin S Award akan berlangsung pada akhir Oktober 2026.
(mou/fra)

