Wamendagri Sebut Karakter dan Jejaring Kunci Sukses Peserta Masadagri
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya karakter dan jejaring bagi peserta Mahasiswa Magang Kementerian Dalam Negeri (Masadagri) Batch III. Hal itu disampaikan dalam Sharing Session Masadagri Batch III di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/10).
Ia menyebut sebanyak 65 peserta yang terpilih dari sekitar 1.080 pendaftar memiliki kesempatan memaksimalkan masa magang selama tiga bulan. Kesempatan itu tidak hanya untuk mempelajari praktik kerja birokrasi, tetapi juga untuk memperluas pengalaman dan membangun jejaring.
"Itu bukan hanya kecerdasan, bukan hanya transkrip nilai, tapi dua hal yang sangat menentukan. Pertama adalah pertemanan, kedua adalah karakter," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).
Menurut Bima, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan prestasi akademik. Kemampuan membangun relasi dan karakter yang kuat juga menjadi faktor penting dalam perkembangan seseorang.
Maka dari itu, peserta didorong aktif berinteraksi dengan berbagai unsur di Kemendagri. Unsur tersebut mulai dari direktur, kepala biro, analis kebijakan, hingga pimpinan.
"Target kalian di sini adalah ketemu dengan sebanyak mungkin orang, membangun sebanyak mungkin jaringan dan networking di sini," kata dia.
Bima juga meminta peserta menjadikan masa magang sebagai ruang untuk mengamati, berdialog, berdiskusi, dan memberikan masukan terhadap berbagai hal yang ditemui. Proses tersebut dinilai penting agar peserta dapat membandingkan pengetahuan yang dimiliki dengan realitas di lingkungan birokrasi.
"Yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan adalah orang-orang yang bisa berdialektika," tegasnya.
Ia menjelaskan, Kemendagri bertanggung jawab atas pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta berbagai urusan pemerintahan. Urusan itu meliputi otonomi daerah, keuangan daerah, serta politik dan pemerintahan umum.
Melalui pengalaman langsung selama magang, peserta diharapkan memahami cara kerja birokrasi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Bima juga mendorong peserta berani menyampaikan masukan apabila menemukan hal yang perlu diperbaiki selama program berlangsung.
Menurutnya, masukan, evaluasi, dan perspektif dari peserta dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif bagi Kemendagri. Hal itu sekaligus memperkaya pengalaman peserta selama berada di lingkungan kementerian.
Mengakhiri sambutannya, Bima menyampaikan tiga target Kemendagri dari keikutsertaan peserta dalam program Masadagri. Pertama, peserta memperoleh bekal dan pengalaman sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan.
Kedua, peserta menjadi bagian dari Kemendagri yang mampu mengenalkan fungsi dan pekerjaan kementerian kepada publik. Ketiga, peserta memberikan masukan, evaluasi, dan perspektif yang konstruktif bagi Kemendagri.
"Dan nanti pasti selama tiga bulan ini ada program-program di mana kita bisa ngobrol dengan lebih santai," tandas Bima.
(rir)