Bupati Klaten Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Anak di Era AI
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menekankan pentingnya pembentukan karakter anak yang tidak dapat digantikan oleh teknologi maupun kecerdasan buatan. Hal tersebut disampaikan saat membuka Kejuaraan Drumband Piala Bupati Klaten 2026 di Graha Bung Karno, Kamis (8/10).
Ia membuka acara tersebut dengan memukul bas drum. Dentuman bas drum dan lantunan simbal pun menggema di lokasi lomba.
Menurut Hamenang, kemajuan teknologi memang mempermudah anak dalam meraih prestasi. Namun, penanaman sikap disiplin, kerja sama, dan penekanan sifat egois tetap harus ditumbuhkan secara langsung sejak dini.
“Berprestasi hari ini makin mudah dengan bantuan teknologi. Namun, membentuk karakter yang disiplin, tidak egois, dan mampu bekerja sama harus ditumbuhkan sejak dini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).
Ia menilai drumband dapat menjadi wadah yang tepat untuk tujuan tersebut. Dalam permainan drumband, kesalahan satu pemain saja dapat mengganggu keseluruhan penampilan.
"Drumband adalah wadah yang sangat tepat untuk itu, karena jika satu pemain saja salah memukul, seluruh sajian bisa terganggu. Di sinilah letak indahnya kebersamaan," kata Hamenang.
Sebagai informasi, lomba ini diikuti 23 tim drumband dari jenjang SD dan SMP di Kabupaten Klaten. Mereka memperebutkan Piala Bupati Klaten 2026.
Ketua Lomba Drumband, Darmadi, menyebut peserta terdiri dari 18 grup tingkat SD dan lima grup tingkat SMP. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Klaten.
Kegiatan ini digelar untuk memperingati tiga momen sekaligus. Ketiganya adalah Hari Pendidikan Nasional 2026, Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222, dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Darmadi berharap lomba ini tidak hanya melahirkan juara. Ia menyebut ajang tersebut juga diharapkan menumbuhkan nilai-nilai positif pada anak.
"Melalui panggung impian ini, hentakan drum band ini tidak hanya melahirkan juara tetapi juga menumbuhkan rasa harmoni, kekompakan, percaya diri, dan kebanggaan pada diri anak-anak di Kabupaten Klaten," sebutnya.
Antusiasme terlihat dari para peserta yang tampil dengan tema dan konsep beragam. Salah satu peserta dari SD Negeri 2 Rejoso, Safia, mengaku senang bisa mewakili sekolahnya.
"Senang, bahagia bisa mewakili sekolah. Ada rasa deg-degannya juga buat maju lomba," ucap dia.
Safia mengatakan timnya berlatih selama dua pekan berturut-turut setelah pulang sekolah. Ia bermain sebagai pemain lira dalam tim tersebut.
Menurutnya, proses latihan tidak lepas dari kesulitan. Ia mengaku kesulitan menghafal gerakan dan rangkaian lainnya.
"Kesulitan pasti ada, kesulitan menghafal gerakan, rumit menghafalkan yang lainnya. Kita juga menggunakan tema laut,” pungkas Safia.
(rir)