Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI merespons kondisi negara jiran, Singapura yang dibalut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia jelang gelaran seri balapan internasional grand prix Formula 1 (F1) di sana akhir pekan ini.
Kekhwatiran mengenai asap karhutla kiriman dari Indonesia mengganggu balap jet darat internasional itu pun merebak di media sosial dan media massa asing.
Menjawab pertanyaan terkait hal tersebut, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menuturkan kementeriannya menempuh langkah kongkret dengan memperkuat pasukan darat yang menangani api di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memperkuat pasukan darat yang ada di lapangan dari berbagai pihak, ya. Kalau kami di Kementerian Kehutanan kan ada Manggala Agni," kata Rohmat saat ditemui di sela kegiatan di Fakultas Kehutanan UGM, Sleman, DIY, Jumat (9/10).
"Kita juga BKO [bawah kendali operasi]-kan Polisi Kehutanan, dari seluruh Indonesia ke enam provinsi yang rawan karhutla, terutama Kalbar [Kalimantan Barat], Kalteng [Kalimantan Tengah], kemudian Kalsel [Kalimantan Selatan], Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan," sambungnya.
Kementerian, lanjut Rohmat, juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk operasi ini. Upaya water bombing, menurutnya, masih dilakukan sampai saat ini.
Demikian pula, sambungnya, untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) alias hujan buatan. Namun untuk operasi modifikasi cuaca tersebut, sambungnya, masih bergantung pada keberadaan awan di atmosfer.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi karhutla saat ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang cukup kuat, sebagaimana yang terjadi pada tahun 2015.
Meski demikian, penanganan karhutla terus ditekan melalui kolaborasi lintas pihak. Pada tahun lalu, luas kebakaran berhasil ditekan secara signifikan hingga hanya 350 ribu hektare saja.
Komunikasi Prabowo dan Pemimpin Jiran
Selain itu, Rohmat menyebut Presiden RI Prabowo Subianto telah berkomunikasi dengan para pimpinan negara tetangga untuk memperkuat kerja sama penanganan karhutla.
"Presiden sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan negara sahabat, terutama Malaysia dan Singapura, untuk bersama-sama memperkuat kerja sama penanganan karhutla," tutur Rohmat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ancaman dan dampak karhutla akibat fenomena iklim ini merupakan tantangan global yang juga dihadapi oleh negara-negara pemilik hutan tropis lainnya.
"Ini kondisi yang kita hadapi bersama secara global di seluruh dunia," ujarnya.
Guna memperkuat mitigasi jangka panjang, Rohmat bilang pemerintah juga fokus pada penanganan kawasan gambut yang dinilai paling rawan memicu asap lintas batas.
"Presiden memutuskan membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, karena tantangan utama kita adalah penanganan karhutla di lahan gambut," katanya.
Kabut asap yang menyelimuti Singapura selama beberapa pekan terakhir menjadi perhatian menjelang gelaran Formula 1 Grand Prix Singapura akhir pekan ini.
Otoritas olahraga otomotif dunia (Federasi Automobil Internasional/FIA) menyatakan kemungkinan akan diberlakukan sejumlah pembatasan terhadap kegiatan luar ruangan apabila kondisi kualitas udara memburuk. Namun, pembatasan tersebut dipastikan tidak akan diberlakukan terhadap balapan Formula 1 itu sendiri.
Melansir Channel News Asia, Jumat (9/10), kualitas udara di Singapura saat ini berada dalam kategori "tidak sehat" di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut terjadi sehari sebelum rangkaian balapan dimulai, ketika Singapura juga sedang dipadati berbagai agenda konferensi yang mempertemukan pemimpin dari sektor regional, bisnis, mata uang kripto hingga olahraga.
Meski kabut asap disebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia, FIA menyatakan kondisi tersebut sejauh ini diperkirakan tidak mengganggu aktivitas di lintasan maupun penyelenggaraan balapan malam F1.
"Tingkat kualitas udara terus dipantau oleh otoritas setempat yang berwenang, dan langkah-langkah penanganan darurat yang tepat telah disiapkan," kata juru bicara FIA.
FIA juga tidak menetapkan ambang batas khusus yang secara otomatis akan memicu pembatasan terhadap kegiatan hiburan maupun aktivitas luar ruangan lainnya. Badan tersebut mengatakan keputusan akan mengikuti rekomendasi otoritas setempat. FIA juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh tim Formula 1 selama penyelenggaraan Grand Prix Singapura.
(kum/kid)
