TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Layanan Dasar di Manggarai NTT

Kemendagri | CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:29 WIB
Foto: arsip Kemendagri
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Pusat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Posyandu Beawaek, Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/10).

Dalam kunjungan tersebut, kedua lembaga juga mendorong penguatan pelayanan dasar di tingkat desa, termasuk peran Posyandu dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan pemulihan pascabencana.

Mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK Tri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal mengatakan, Posyandu kini telah mengalami transformasi yang signifikan.

Menurut dia, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah partisipasi masyarakat untuk mendukung pemenuhan layanan dasar dalam enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), serta sosial.

Transformasi tersebut memperluas fungsi Posyandu dalam membantu masyarakat mengakses berbagai layanan dasar. Salah satu bidang yang mendapat perhatian adalah Trantibumlinmas, yang mencakup upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban lingkungan hingga mendukung penanganan serta pemulihan pascabencana.

"Salah satu bidang yang menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut adalah bidang Trantibumlinmas. Sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu," katanya.

Safriati menjelaskan, pelaksanaan bidang Trantibumlinmas mencakup sejumlah kegiatan, antara lain penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana, komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, serta pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum melalui deteksi dini dan cegah dini.

Kegiatan lainnya meliputi pembinaan dan penyuluhan pelaksanaan patroli pengamanan serta pemberdayaan pelindungan masyarakat untuk mendukung ketenteraman, ketertiban umum, dan keamanan lingkungan.

Dengan cakupan tersebut, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang tanggap dan siap menghadapi potensi gangguan ketertiban maupun bencana.

Safriati mengatakan, penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

"Oleh karena itu, melalui kegiatan penyaluran bantuan pemerintah melalui TP PKK dan TP Posyandu pada hari ini bukan sekadar bentuk pemberian bantuan, tetapi juga merupakan wujud kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana," ujarnya.

Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pemulihan ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat. Dalam proses tersebut, PKK dan Posyandu memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di tingkat keluarga dan komunitas.

"Dengan dukungan seluruh pihak dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," tambahnya.

Safriati juga mengajak pengurus dan kader PKK serta Posyandu untuk terus mendampingi masyarakat, memberikan edukasi kesehatan, dan memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan.

Menurut dia, kehadiran kader di tengah masyarakat dapat menjadi sumber dukungan bagi keluarga yang terdampak bencana selama menjalani proses pemulihan.

"Mari kita bangun kembali kehidupan masyarakat dengan semangat gotong royong, saling peduli, dan saling menguatkan, agar daerah terdampak dapat pulih dan bangkit dengan lebih baik," tandasnya.

Selain mendorong penguatan layanan dasar, TP Posyandu Pusat juga mengupayakan registrasi Posyandu di NTT. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kelembagaan dan pendataan Posyandu sehingga pelaksanaan tugas dan fungsinya dapat berjalan lebih optimal.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah bantuan diserahkan kepada Posyandu Beawaek untuk mendukung kegiatan pelayanan. Bantuan tersebut meliputi satu antropometri kit yang terdiri atas timbangan bayi, stadiometer, length board, dan timbangan dengan pengukur tinggi badan.

Selain itu, diserahkan satu BMHT kit berisi kasa steril, kasa perban, plester rol, pouch P3K, povidone iodine 10 persen, dan plester luka, serta enam alat pengukur tekanan darah dan 30 kursi pelayanan.

Bantuan lainnya berupa 50 paket makanan ringan anak, 50 paket sembako, lima dus air mineral, satu dus Promina Snack Rice Strawberry, lima dus susu Indomilk Cokelat, delapan dus susu Ultramilk Tango, dan dua dus susu UHT Cokelat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP Posyandu Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina, Kepala Desa Compang Cibal beserta jajaran, serta pengurus dan kader TP Posyandu dan TP PKK dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa. Perwakilan dari tiga Posyandu di Kabupaten Manggarai juga hadir dalam kegiatan tersebut.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK