Tiga Kelurahan di Jakbar Jadi Finalis Benyamin S Award, Yakin Juara

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:13 WIB
Foto: CNN Indonesia/Moureen Nathalia
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga kelurahan di Jakarta Barat masuk ke dalam top 10 finalis penghargaan Benyamin S Award (BSA) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tiga kelurahan ini adalah Kelurahan Srengseng, Kelurahan Sukabumi Utara, dan Kelurahan Taman Sari.

Tiga kelurahan ini menggelar acara saat penilaian dilakukan oleh tim juri, Kamis (8/10).

Acara pertama adalah Festival Hutan Kota Srengseng yang diadakan oleh Kelurahan Srengseng. Dengan tema "Hutan, Kota, dan Kita", festival ini berfokus pada wisata ekologi, konservasi, dan keterpaduan aktivitas masyarakat lokal.

Tim penilai Benyamin S Award diajak mengelilingi Huta Kota Srengseng yang telah dibagi menjadi empat zona. Empat zona ini terdiri dari zona hijau, zona komunitas, zona UMKM, dan zona budaya.

Lurah Srengseng Tariswan mengatakan festival ini merupakan gabungan dari kegiatan-kegiatan yang sebelumnya sudah diselenggarakan.

"Kalau untuk kegiatan yang akan kita laksanakan adalah kegiatan yang memang sudah kita laksanakan. Tinggal kita kemas menjadi sebuah wadah atau sebuah tampilan yang memang menggambarkan dari awal sampai dengan akhir," kata Tariswan saat festival digelar.

Tariswan optimistis wilayahnya bisa menyabet Benyamin S Award. Menurutnya seluruh kategori yang dipertimbangkan dalam penghargaan ini, yaitu bersih, nyaman, indah, dan sejahtera telah diterapkan di Srengseng.

Acara selanjutnya yang dikunjungi tim juri di Kelurahan Sukabumi Utara. Kelurahan ini disebut erat dengan kearifan lokal yang terpadu dan mengakar. Sukabumi Utara juga dikenal dengan warganya yang baik, guyub, dan kental dengan budaya Betawi.

Lurah Sukabumi Utara Ali Syahidin sebut telah meningkatkan sejumlah hal dari kunjungan tim Benyamin S Award sebelumnya.

"Yang kedua ini kita selalu meningkatkan ya, meningkatkan apa hal-hal yang sebelumnya memang masih kurang kita sudah tingkatkan," ujar Ali.

Menurutnya, yang paling penting adalah menerapkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat setempat. Seluruh aspek penilaian Benyamin S Award pun sudah diterapkan di kelurahan ini, katanya.

"Sekarang Sukabumi Utara itu tidak hanya bersih lingkungannya, tetapi sudah mengarah yang sesuai dengan Benyamin S Award. Jadi bersih lingkungannya, nyaman suasananya, indah pemandangannya, sejahtera warganya," kata Ali.

Ia berharap pembangunan kelurahan Sukabumi Utara tidak berhenti pada ajang penghargaan BSA. Tujuan utama yang ia miliki adalah untuk membangun Sukabumi Utara agar dapat terus bersinar, salah satunya melalui destinasi wisata budaya Kampung Silat Rawa Belong.

"Sudah ditetapkan oleh Kemenparekraf, terus kemudian sudah ditetapkan juga sama Dinas Kebudayaan, dan alhamdulillah hari Selasa kemarin sampai hari ini pun sudah ada kunjungan dari IHS, Indonesian Heritage Society," ujar Ali.

Kelurahan di Kota Jakarta Barat terakhir yang masuk dalam top 10 finalis BSA adalah Kelurahan Taman Sari. Dikepalai oleh Abdul Malik Raharusun sebagai lurah, Taman Sari menonjolkan budaya multietnis yang hidup rukun, berdampingan dengan modernisasi, dan tidak meninggalkan kearifan lokal.

"Yang paling fundamental, paling penting dari Taman Sari itu rasa kekeluargaannya, guyub. Bahwa semenjak dahulu dari zaman era Sunda Kelapa, kemudian Batavia, orang Arab, orang Tionghoa, orang Hindustan, itu telah membentuk satu identitas baru, identitas yang kita sebut dengan Betawi Taman Sari," ujar Abdul usai mengikuti acara Festival Budaya Taman Sari.

Meski memiliki identitas etnis dan budaya yang beragam, Abdul sebut Kelurahan Taman Sari punya rasa persatuan dan kolaborasi yang tinggi.

"Itu punya gayanya sendiri dan ya hari ini kita tunjukin itu, bahwa meskipun kita punya keragaman etnis, budaya, tapi kita punya rasa persatuan, kolaborasi yang sangat tinggi untuk Jakarta," katanya.

BSA telah menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dan warga Taman Sari. Ia pun menyatakan siap berjuang untuk menunjukkan penerapan empat kategori BSA di Kelurahan Taman Sari.

Ketiga lurah ini akan kembali unjuk gigi dalam babak final, yaitu penilaian tatap muka lanjutan, pada 15 Oktober. Nantinya, para lurah ini akan melakukan presentasi di depan dewan juri terkait seluruh rangkaian kegiatan Benyamin S Award yang dilakukan di kelurahan masing-masing.

Kegiatan Benyamin S Award akan berakhir pada acara puncak yang akan dilaksanakan di akhir Oktober mendatang.

(mou/sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK