Bulog Cetak Rekor, Pengadaan Beras 4,11 Juta Ton Sebelum Akhir Tahun

Advertorial | CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:44 WIB
Bulog Cetak Rekor, Pengadaan Beras 4,11 Juta Ton Sebelum Akhir Tahun
Foto: Arsip Bulog.
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog mencatat rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan realisasi mencapai 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Angka tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton untuk tahun ini.

Berdasarkan data perusahaan, realisasi pengadaan beras Bulog mencapai 4.115.014 ton setara beras. Capaian itu sekaligus menandai keberhasilan Bulog melampaui target pemerintah sebelum 2026 berakhir.

Realisasi tahun ini juga meningkat dibandingkan dengan pengadaan pada 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras. Bahkan, capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika pengadaan beras Bulog mencapai 3,65 juta ton.

Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya Bulog menjalankan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil panen petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog mengoptimalkan penyerapan beras melalui jaringan operasional di berbagai daerah sentra produksi. Upaya ini melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pangan.

Bulog juga memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, meningkatkan kesiapan fasilitas penyimpanan dan pergudangan, serta mempercepat penyerapan hasil panen pada periode panen. Langkah tersebut ditujukan agar hasil produksi petani dapat terserap secara optimal sekaligus menambah ketersediaan stok pangan yang dikelola pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi seluruh insan Bulog dan pihak-pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.

Menurutnya, cpaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik.

"Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal," ujar Rizal.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut juga didukung kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pangan nasional. Rizal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, petani, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan beras.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini. Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia," tambahnya.

Rekor pengadaan beras ini juga menjadi momentum menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Capaian tersebut memperkuat peran Bulog dalam mendukung tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

Pengadaan dalam jumlah besar di tingkat hulu dinilai menjadi fondasi bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok beras.

Stok tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung program stabilisasi harga dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

Meski target pengadaan telah terlampaui, Bulog menyatakan akan terus mengoptimalkan penyerapan hingga akhir 2026.

Perusahaan juga berkomitmen memperkuat kolaborasi, inovasi, dan operasional dari hulu hingga hilir guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

(adv/adv)