Penggerebekan Kampung Ambon-Kampung Boncos, 24 Orang Ditangkap

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 15:33 WIB
Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di kampung sarang narkoba, tepatnya di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10). Penggeladahan ini dilakukan oleh aparat gabungan sebanyak 700 personel yang terdiri dari B
Polisi menggerebek sarang narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, menangkap 24 orang dan menyita barang bukti. (dok. istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 24 orang ditangkap dalam penggerebekan sarang narkoba, tepatnya di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (9/10) pagi.

Total 24 orang yang diamankan terdiri dari delapan orang dari Kampung Boncos dan 16 dari Kampung Ambon.

"Nah, ini dari dua lokasi tersebut berhasil diamankan ya, sementara dalam penyelidikan, itu dari Kampung Boncos ada delapan orang, kemudian dari Kampung Ambon ada 16 orang," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso, di Kampung Ambon, Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bismo menyebut puluhan yang ditangkap tersebut akan dilakukan tes urine untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Nah itu tentu akan kita lakukan penyelidikan juga kita akan lakukan cek urine," ucap Bimo.

Tidak hanya itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sabu, ganja, timbangan, bong (alat hisap), dan sejumlah senjata tajam seperti keris dan tombak.

"Nah, barang temuan di lokasi di antaranya ada sabu, ya, kemudian ada ganja, ada sajam, itu panah, tombak, busur, ya, kemudian etomidate, ada timbangan, ya," kata Bismo.

Penggerebekan tersebut berlangsung dramatis dan menegangkan. Bismo mengatakan para terduga pelaku kocar-kacir berusaha melarikan diri saat petugas datang.

"Kita temukan orang-orang yang berusaha lari, ya. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan, ya. Kita borgol," kata Bismo.

Penggeledahan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kristian Parluhutan Siagian.

Kristian mengatakan operasi tersebut merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri yang baru dilantik Jenderal Suyudi, agar menumpas peredaran narkoba di Indonesia.

"Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia, serentak. Arahan presiden kepada Kapolri sudah jelas kami maknai dan kami tidak tidur," kata Kristian.

(knf/isn)
placeholder