Lurah Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Muhammad Yusuf Rajab optimistis bisa menyabet penghargaan kategori sejahtera di Benyamin S Award.
"Insya allah kami bisa unggul di kategori sejahtera," ujar Yusuf usai mengadakan acara Festival Pesona Cilandak Barat, Jumat (9/10).
Dari total 267 kelurahan yang ada di DKI Jakarta, Cilandak Barat menjadi salah satu dari sepuluh kelurahan yang masuk babak final Benyamin S Award 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benyamin S Award sendiri merupakan sebuah ajang penghargaan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan ini menilai kelurahan berdasarkan empat aspek, yakni bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Kategori sejahtera secara khusus melihat potensi lokal yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Potensi lokal ini dapat berupa pengembangan budaya, pariwisata, hingga UMKM.
Kategori tersebut menjadi keunggulan yang ingin ditonjolkan oleh Kelurahan Cilandak Barat.
"Jadi menjadi destinasi wisata baru, pertumbuhan ekonomi baru, ada ekonomi kreatif dan lain-lain, bahwa memang kita siap untuk menjadi role model baru atau cikal bakal untuk destinasi wisata baru dengan tiga keunggulan tadi," katanya.
Yusuf pun mengungkapkan rencana jangka pendek dan jangka panjangnya dalam mewujudkan target tersebut. Upaya itu ia sebut mulai dari pelaksanaan Festival Pesona Cilandak Barat hari ini.
"Jangka menengah dan jangka panjangnya kita bisa bekerja sama dengan pihak-pihak UMKM dan juga dari teman-teman perusahaan lainnya bahwa kita harus mengangkat keunggulan-keunggulannya salah satunya adalah Museum Basoeki Abdullah, Batik Betawi Terogong, dan juga ada Kampung Asri Banjarsari," jelasnya.
Lurah Cilandak Barat dan 9 lurah lainnya akan segera berpartisipasi dalam tahap penilaian final Benyamin S Award. Tahap penilaian berupa presentasi akan dilaksanakan pada 15 Oktober mendatang. Sementara acara puncak pemberian award akan digelar pada 30 Oktober 2026 mendatang.
Dengan adanya Benyamin S Award, lurah dan warga di DKI Jakarta diharap dapat menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berbudaya.
(mou/sur)

