Tasyakuran BULOG Cetak Sejarah Pengadaan Gabah dan Beras 4 Juta Ton

Advertorial | CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 10:58 WIB
Tasyakuran BULOG Cetak Sejarah Pengadaan Gabah dan Beras 4 Juta Ton
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum BULOG menorehkan sejarah baru dalam perjalanan menjaga ketahanan pangan nasional lewat keberhasilan pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang melampaui 4 juta ton setara beras. 

Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton. 

Capaian tertinggi sepanjang sejarah BULOG tersebut menjadi momentum istimewa yang disyukuri bersama Komisi IV DPR RI melalui kegiatan tasyakuran di Kompleks Pergudangan BULOG Nusaniwe, Ambon, Provinsi Maluku.

Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto beserta jajaran Anggota Komisi IV DPR RI. Turut hadir Wakil Direktur Utama Perum BULOG Marga Taufiq, Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal Abdullah, perwakilan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta para mitra kerja Komisi IV DPR RI. 

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat pengelolaan cadangan pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung kondisi stok beras di Kompleks Pergudangan BULOG Nusaniwe. Saat itu, rombongan Komisi IV DPR RI melihat kesiapan pengelolaan cadangan beras, kondisi penyimpanan, serta ketersediaan pasokan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat. 

Stok beras yang dikelola BULOG Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara tercatat sebanyak 24.400 ton, menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan di wilayah kepulauan, khususnya Maluku dan Maluku Utara.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto menyampaikan apresiasi atas pencapaian BULOG, yang diharapkan dapat terus dipertahankan dengan terus memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat.

"Kami mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran BULOG yang telah berhasil mencatatkan pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah. Pencapaian ini merupakan hasil nyata dari upaya bersama dalam memperkuat penyerapan produksi petani dalam negeri," kata Siti Hediati.

Ia menegaskan, penting untuk memastikan capaian pengadaan nasional ini diikuti dengan pengelolaan dan pemerataan stok pangan hingga seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan kepulauan. 

"Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin memastikan bahwa stok beras yang dikelola BULOG benar-benar tersedia, terjaga kualitasnya, dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan pengadaan di tingkat nasional harus diimbangi dengan kesiapan distribusi hingga ke daerah, sehingga ketahanan pangan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat," tambah Siti Hediati.

Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq menyampaikan bahwa keberhasilan menembus angka 4 juta ton merupakan tonggak bersejarah yang membuktikan keseriusan BULOG dalam menjalankan amanah pemerintah. 

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat mensyukuri sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan hasil kerja keras seluruh insan BULOG yang bergerak bersama para petani, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

Marga Tufiq kemudian berterima kasih atas kepercayaan Presiden Prabowo Subianto kepada BULOG, serta menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, Komisi IV DPR RI, serta seluruh pihak yang terus memperkuat langkah BULOG dalam mengoptimalkan pengadaan dan pengelolaan stok pangan nasional.

"Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Pengadaan yang kuat harus diikuti pengelolaan stok yang optimal, sehingga cadangan pangan Pemerintah benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan bagi masyarakat," ujar Marga Taufiq.

Rekor pengadaan tahun 2026 menjadi capaian luar biasa dalam perjalanan panjang Perum BULOG. Realisasi sebesar 4,11 juta ton setara beras tersebut melampaui capaian tahun 2025 yang mencapai 3.191.969 ton, sekaligus memecahkan rekor pengadaan sebelumnya pada tahun 2012 sebesar 3,65 juta ton. 

Keberhasilan ini mencerminkan kuatnya kemampuan BULOG dalam menyerap hasil produksi petani dalam negeri melalui optimalisasi jaringan pengadaan, penguatan kerja sama dengan petani dan mitra penggilingan, serta peningkatan kesiapan infrastruktur penyimpanan di berbagai wilayah Indonesia.

Catatan positif ini juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna mendukung berbagai program strategis nasional. 

Dengan penguatan stok dari produksi dalam negeri, BULOG memiliki dukungan cadangan yang semakin kokoh untuk menjalankan penugasan, mulai dari menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi pasokan dan harga beras melalui program SPHP, hingga menyalurkan Bantuan Pangan kepada masyarakat. 

Momentum ini turut menegaskan peran strategis BULOG dalam menghubungkan kepentingan petani sebagai produsen dengan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.

Tasyakuran di Ambon menjadi simbol rasa syukur serta apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga pangan Indonesia. Pada saat bersamaan, syukur diwujudkan melalui aksi sosial berupa penyerahan bantuan paket sembako kepada para pekerja perempuan, bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yatim, serta bantuan pompa air untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana masjid dan gereja. 

Kegiatan itu mencerminkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur yang tidak hanya dirayakan melalui pencapaian kinerja, tetapi juga diwujudkan dalam manfaat nyata bagi masyarakat. 

Melalui momentum ini, BULOG berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, serta menghadirkan nilai sosial yang positif bagi masyarakat Indonesia.

(adv/adv)