Gebrakan Jenderal Suyudi Sikat Sarang Narkoba Jakarta, Makassar, Medan

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 11:23 WIB
Belum genap dua pekan jadi Kapolri, Jenderal Suyudi menggelar operasi besar-besaran memberantas kantong-kantong peredaran narkotika di berbagai daerah rawan. AFP/BAY ISMOYO
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menggelar operasi serentak besar-besaran memberantas kantong-kantong peredaran narkotika di berbagai daerah rawan di Indonesia.

Operasi yang menyasar sejumlah "kampung narkoba" ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pemerintah pusat guna membersihkan sarang-sarang peredaran barang haram yang meresahkan masyarakat.

Penggerebekan massal di Jakarta

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, aparat gabungan yang melibatkan 700 personel dari unsur Brimob, BNN, Polres, dan TNI menggerebek dua kawasan terkenal di Jakarta Barat, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos, pada Jumat (9/10).

Suasana sempat tegang ketika sejumlah orang berupaya melarikan diri ke arah sungai sebelum akhirnya berhasil diborgol dan diamankan petugas.

Dalam penggeledahan ini, petugas mendapati fakta bahwa lokasi tersebut tidak hanya dipakai bertransaksi, tetapi juga menyewakan bilik lapak beserta alat hisap (bong) kepada para pengguna.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, dari dua lokasi tersebut pihaknya mengamankan 24 orang (16 di Kampung Ambon dan 8 di Kampung Boncos), serta menyita barang bukti berupa sabu, ganja, timbangan, senjata tajam, hingga alat hisap.

"Yang jelas kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak, ada yang menyewakan bong-bong tersebut, kemudian ada yang menyimpan di kos-kosan, ada yang menyimpan di dalam motor, dan lain-lain," ujar Bismo di lokasi.

Ia menambahkan, bagi pelaku yang terbukti sebagai murni pengguna, pihak kepolisian akan menempuh langkah pemulihan melalui rehabilitasi secara humanis. "Kalau pengguna kita akan rehab ya, kita akan pulihkan, karena mereka adalah korban penyalahgunaan," ucapnya.

Penggerebekan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Foto: dok. istimewa

Perlawanan Sengit di Makassar

Operasi serupa dengan eskalasi tinggi juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Tim gabungan Polrestabes Makassar dan Ditresnarkoba Polda Sulsel menggerebek Kampung Borta, Kecamatan Tallo, pada Jumat (9/10).

Aparat bahkan sempat mendapat perlawanan dari warga yang melempari petugas dengan batu dan kayu.

Kendati demikian, polisi berhasil merobohkan kembali pagar besi dan pintu baja berbentuk loket yang sengaja dibangun sindikat untuk membatasi akses keluar-masuk.

Dalam penggerebekan ini, petugas meringkus 104 orang, termasuk tiga orang bandar narkoba berinisial P, W, and A.

Bandar utama berinisial P yang merupakan seorang residivis dan DPO bahkan sempat mencoba kabur ke atap rumah sebelum akhirnya dilacak dan ditangkap menggunakan pemantauan drone.

"Ada tiga bandar yang ditangkap, salah satunya P yang merupakan residivis dan DPO kasus narkotika," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana. Dari lokasi ini, polisi menyita sabu seberat 110 gram, uang tunai Rp49,6 juta hasil penjualan, hingga 104 set bong.

Polisi menangkap 104 orang yang diduga menggunakan narkotika saat menggerebek Kampung Borta, Kecamatan Tallo, Makassar. Foto: CNN Indonesia/ Ilham

Sasar Sembilan Titik di Sumatera Utara

Rangkaian operasi serentak nasional ini turut merambah Pulau Sumatra.

Bareskrim Polri bersama Polda Sumatra Utara menerjunkan 451 personel untuk menggerebek sembilan wilayah rawan sekaligus, mulai dari Medan, Asahan, Madina, Karo, Sibolga, Toba, Samosir, Nias Selatan, hingga Pakpak Bharat, pada Minggu (11/10).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian menyatakan, operasi ini menyasar titik-titik rawan yang ditengarai menjadi pusat peredaran gelap.

"Dari operasi yang berlangsung di sembilan wilayah di Sumatera Utara, diamankan 36 orang. 28 orang yang dinyatakan pengguna akan direhabilitasi. Sedangkan 8 orang merupakan pengedar dan akan diproses hukum," jelas Kristian.

Selain sabu, tim gabungan juga menyita mesin judi dingdong di lokasi penggerebekan.

Bareskrim Polri menggerebek sembilan lokasi peredaran narkotika di wilayah Sumatera Utara (Sumut). dok.Istimewa

Komando Jenderal Suyudi

Kepolisian menegaskan giat penggeledahan sarang narkoba di seluruh Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden RI Prabowo Subianto.

Brigjen Kristian menyatakan seluruh aparat kepolisian bergerak mengikuti arahan Kapolri Jenderal Suyudi yang kini memegang tongkat komando Polri.

"Menindaklanjuti perintah presiden, perintah kapolri, jadi kita melaksanakan penggerebekan di sarang-sarang narkotika. Ya bahasanya dulu kita kan sebutnya kampung-kampung narkoba. Dilaksanakan di seluruh Indonesia," kata Kristian saat dihubungi, Jumat (8/10).

Suyudi belum genap dua pekan dilantik jadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (1/10). Ia ditunjuk menjadi Kapolri setelah setahun mengantongi pengalaman memberantas peredaran narkotika saat memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

Suyudi pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang pada tahun 2012 dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Karier Suyudi terus meroket saat didapuk menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kemudian, tahun 2017, Suyudi mulai menduduki jabatan di Bareskrim Polri. Di antaranya dengan menjadi Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) Bareskrim Polri.

Lalu, pada 2023, Suyudi menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya dan hingga akhirnya pada 2024 ia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Banten.

Setahun berselang, Suyudi kemudian didapuk menjadi Kepala BNN, dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025.

(tfq/kna/mir/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK