Banjir Kembali Rendam Aceh Tamiang, Warga Mulai Mengungsi

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 12:23 WIB
Banjir susulan terjadi di Aceh Timur, Kamis (8/1/2026). (ANTARA/HO-BPBD Aceh Timur)
Ilustrasi banjir Aceh. ANTARA FOTO
Aceh, CNN Indonesia --

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang sejak Minggu (11/10) membuat sejumlah sungai meluap dan membanjiri pemukiman warga.

Informasi yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Aceh Tamiang pukul 10:00 WIB, sudah 6 kecamatan di wilayah itu terendam banjir dan warga sudah mulai mengungsi.

Ke enam Kecamatan yaitu Kecamatan Bendahara, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, Karang Baru, Tenggulun dan Seruway. Ketinggian air bervariasi hingga 1 meter lebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery mengatakan data sementara sudah ada 365 orang yang sudah mengungsi ke lokasi yang aman.

"Data sementara sudah (warga mulai mengungsi)," kata Iman saat dikonfirmasi, Senin (12/10).

Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan karena kondisi air di sejumlah kecamatan belum surut. Ia meminta warga untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi.

Selain di Aceh Tamiang, dari data yang dihimpun CNNIndonesia.com banjir juga mulai menggenangi daerah Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah hingga Aceh Tenggara.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk periode 10-12 Oktober 2026.

Dalam unggahan di akun Instagram @infobmkg pada Sabtu (10/10), Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) berada di level siaga dengan cuaca hujan lebat hingga sangat lebat.

Status siaga itu berlaku bagi Aceh pada 10 dan 12 Oktober, sedangkan Sumut pada 10, 11, dan 12 Oktober. Level ini berarti kedua provinsi tersebut berpotensi dilanda banjir hingga longsor.

(dra/gil)
placeholder