Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung usai masih menyelimuti wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Senin (12/10) pagi.
Tebalnya kabut asap sejak 5 hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat khususnya para petani. Kabut asap cukup tebal terpantau di Kecamatan Tugu Mulyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan bentang alam dari Bukit Barisan tak terlihat lantaran tertutup asap karhutla.
Sejumlah warga yang sedang bertani mengaku cukup terganggu, apalagi pada waktu pagi dan sore hari.
Selain membatasi jarak pandang, kabut asap juga mengganggu pernapasan dan membuat mata terasa perih.
"Kabut asap di Musi Rawa ini sudah sekitar 2 minggu, tebalnya sudah lima hari terakhir. Mata menjadi perih kalau siang, pagi sama sore gelap," kata Sutri, salah satu petani yang terdampak kabut asap.
Warga lain, Purdianto, menyebut gangguan kabut asap membuatnya ragu pergi ke sawah.
"Mata pedih badan tidak enak seperti mau demam, dan hidung tersumbat. Kalau orang Jawa bilang seperti hisap minyak angin, terasa di hidung," katanya.
Warga berharap kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan ini dapat hilang seiring datang hujan.

