Perum Bulog kembali menorehkan sejarah baru dengan mencatatkan realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri sebesar 4.131.492 ton setara beras atau 103,29 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton hingga 11 Oktober 2026.
Capaian tertinggi sepanjang sejarah Bulog tersebut menjadi momentum bersejarah yang disyukuri melalui kegiatan tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras Bulog, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10).
Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, didampingi Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, serta jajaran manajemen BULOG.
Kegiatan ini juga dihadiri kalangan akademisi dan berbagai elemen masyarakat yang turut memberikan apresiasi atas keberhasilan pengadaan pangan nasional.
Keberhasilan ini sekaligus menandai pencapaian target pengadaan nasional lebih awal, rekor tersebut tidak hanya menjadi tonggak penting bagi Bulog tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya penyerapan hasil produksi petani dalam negeri sebagai fondasi penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029.
Di balik keberhasilan nasional tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pengadaan pangan dalam negeri. Hingga 11 Oktober 2026, Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur berhasil merealisasikan pengadaan gabah dan beras sebesar 979.817 ton atau 110,85 persen dari target wilayah sebesar 883.912 ton.
Dengan kontribusi mencapai 23,7 persen terhadap total pengadaan nasional, Jawa Timur menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan BULOG mencetak rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Capaian bersejarah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, Bulog terus mengakselerasi penyerapan produksi petani untuk memperkuat ketersediaan cadangan pangan nasional.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian pengadaan pangan nasional.
Keberhasilan melampaui target pengadaan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan petani, pemerintah, aparat kewilayahan, pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan.
Capaian pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi dan konsistensi seluruh pihak dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.
Perum Bulog menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas arahan dan dukungan terhadap pelaksanaan penugasan strategis di bidang pangan.
Penghargaan juga disampaikan kepada seluruh petani Indonesia sebagai garda terdepan produksi pangan nasional, serta Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang terus memperkuat dukungan kebijakan, koordinasi, dan pendampingan dalam pelaksanaan pengadaan gabah dan beras di seluruh wilayah Indonesia.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari sinergi TNI dan Polri melalui dukungan Tim Jemput Pangan yang turut memperkuat pelaksanaan pengadaan hingga ke sentra-sentra produksi.
Kolaborasi bersama pemerintah daerah, mitra penggilingan, serta berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam memperlancar penyerapan hasil panen petani.
Kerja bersama tersebut menunjukkan bahwa pencapaian pengadaan pangan nasional merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.
Ahmad Rizal turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan Bulog, mulai dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang, hingga jajaran operasional di seluruh Indonesia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjalankan amanah pemerintah.
Semangat kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh Bulogers dalam mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras dari petani menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan perusahaan melampaui target nasional dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
"Dipilihnya Jawa Timur sebagai lokasi tasyakuran memiliki makna strategis, mengingat besarnya kontribusi wilayah tersebut terhadap pengadaan nasional. Realisasi pengadaan yang melampaui target wilayah mencerminkan kuatnya kolaborasi antara Bulog, petani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi produksi pangan daerah," kata Ahmad Rizal.
"Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi beras nasional yang memberikan kontribusi besar bagi penguatan cadangan pangan pemerintah," ujar Ahmad Rizal.
Pelaksanaan tasyakuran di Sentra Pengolahan Beras BULOG, Kompleks Pergudangan Banjar Kemantren, juga menjadi simbol pentingnya penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.
Tidak hanya berfokus pada penyerapan hasil panen petani, Bulog terus memperkuat dukungan infrastruktur pengolahan, pengelolaan kualitas, serta penyimpanan beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan mutu Cadangan Beras Pemerintah.
Momentum bersejarah ini turut mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan organisasi kemasyarakatan serta kepemudaan yang hadir untuk memberikan dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Dari kalangan akademisi, hadir Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya Nining Widyah Kusnanik; Wakil Dekan III Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya Ahmad Ajib Ridlwan.
Kemudian Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Imron Mawardi; Dosen Ekonomi Universitas Airlangga Gigih Prihantono; serta Ketua Program Studi Agribisnis Digital Universitas Negeri Surabaya Amirusolihin.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril, bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, yakni empat orang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dua orang perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dua orang perwakilan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta perwakilan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).
Kehadiran kalangan akademisi dan berbagai organisasi tersebut mencerminkan dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap upaya pemerintah dan BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada pangan nasional.
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, capaian ini menjadi momentum bagi Bulog untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kontribusinya terhadap agenda swasembada pangan nasional. Keberhasilan melampaui target pengadaan tidak menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk memastikan pengelolaan cadangan pangan semakin optimal, profesional, dan akuntabel, sekaligus memperkuat keberlanjutan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.
Melalui keberhasilan pengadaan sebesar 4,13 juta ton setara beras ini, Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan penugasan pemerintah secara konsisten, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.
Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata seluruh pemangku kepentingan, Bulog terus berupaya memberikan kontribusi strategis dalam memperkokoh ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan.
(adv/adv)