DKI Bakal Tata Pasar Baru Layaknya di Myeongdong Korsel Tahun Depan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan segera menata kawasan perbelanjaan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menjadi layaknya kawasan Myeongdong di Korea Selatan (Korsel) pada 2027, setelah penataan di Blok M Hub rampung.
"Kalau Blok M sudah selesai, harapannya adalah di tahun 2027 kita akan start dengan Pasar Baru. Di Pasar Baru bayangan saya adalah menjadi tempat kuliner 24 jam malam kayak Myeongdong. Jadi Pasar Baru tipikalnya Korea. Kalau Blok M udahlah agak Jepang-jepangan dikit juga enggak apa-apa," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10) dikutip dari Antara.
Pramono juga memaparkan rencananya untuk melakukan penataan di Glodok hingga Kota Tua.
Pramono mengungkapkan nantinya kawasan Glodok akan dibuat seperti di China, sedangkan Kota Tua akan dibuat ala Eropa.
"Baru kemudian nanti kita akan ke Glodok, Kota Tua, Glodok Pecinan. Udahlah kalau Glodok, Pecinan enggak perlu dijelaskan, pasti Pecinan makanannya. Kota Tua akan kita buat untuk middle-up. Artinya mudah-mudahan turis yang datang dari Eropa. Sehingga dengan demikian suasananya pun akan suasana yang lebih mendekati agak Eropa-eropaan," ungkap Pramono.
Untuk itu, nantinya apabila MRT telah dikembangkan di kawasan-kawasan tersebut, rute itu akan melewati empat wilayah tematik yakni Jepang, Korea, China hingga Eropa.
"Saya yakin pasti akan membuat Jakarta juga berbeda," ujar Pramono.
Adapun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan revitalisasi total kawasan Blok M, Jakarta Selatan, rampung pada 2029 sebagai upaya menciptakan kawasan transit yang modern dan terintegrasi.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan untuk kawasan mixed use yakni bangunan atau kawasan multifungsi yang menggabungkan lebih dari satu fungsi atau aktivitas urban, pihaknya juga akan secara bertahap membangun dan ditargetkan selesai pada 2030.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta menyatakan revitalisasi total Blok M, Jakarta Selatan, mencakup lima transformasi utama.
Transformasi pertama yang dilakukan adalah revitalisasi terminal menjadi terminal yang modern dan terintegrasi. Selanjutnya, pengembangan kawasan mixed-use Blok M-ASEAN diarahkan menjadi kawasan yang mudah diakses, inklusif, dan dinamis.
Transformasi juga mencakup peningkatan aksesibilitas dan integrasi kawasan agar semakin terhubung, baik antarmoda maupun antarfungsi, serta memudahkan mobilitas pejalan kaki.
Selain itu, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai destinasi komersial baru dengan menghadirkan berbagai pilihan ritel, makanan dan minuman, gaya hidup, serta ruang publik dalam satu kawasan.
Adapun transformasi terakhir berupa pengembangan ruang terbuka publik yang lebih hijau, aktif, dan nyaman untuk mendukung interaksi serta berbagai aktivitas masyarakat.
Transformasi tersebut juga mempertimbangkan kondisi bangunan Blok M yang saat ini telah berusia 34 tahun.
(antara/kid)