Hari Museum RI ke-11, Ketua AMI Singgung Jaga Kebudayaan Nusantara

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 01:40 WIB
Ilustrasi. Museum di Indonesia. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana menekankan pentingnya memperkuat peran museum untuk menjaga kepribadian bangsa.

Hal itu disampaikan Putu bertepatan dengan momentum perayaan Hari Museum Indonesia ke-11 yang jatuh pada Senin (12/10).

Putu menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah. Ia mengingatkan bahwa di balik koleksi yang tersimpan, ada jejak peradaban, identitas bangsa, dan warisan leluhur yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia.

Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Museum ini sebagai momentum untuk memperkuat peran museum dalam menjaga kepribadian bangsa sekaligus memuliakan kebudayaan Nusantara.

"Museum memiliki peran strategis menjadi soko guru bangsa dalam mengawal kepribadian bangsa. Menghargai museum berarti turut menghargai perjalanan sejarah dan peradaban yang diwariskan para leluhur," ujarnya dalam keterangan tertulis.

"Semangat tersebut perlu terus dirawat agar kekayaan budaya Indonesia tidak hanya tersimpan, tetapi juga dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya," imbuhnya.

Putu memandang bulan Oktober juga menjadi momentum penting bagi museum dan kebudayaan Indonesia lantaran terdapat peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Hari Museum hingga Hari Kebudayaan.

Menurutnya, hal ini dapat menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam keberagaman sekaligus peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai mercusuar kebudayaan dunia.

Ia mengatakan dengan mengusung semangat "Museum di Hatiku - Sehati Museum" diharapkan dapat membangun kedekatan antara masyarakat dengan museum sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kebudayaan Nusantara.

Menurut dia, Indonesia memiliki warisan sejarah dan peradaban yang kaya, mulai dari prasejarah era Megalitikum, era klasik yang diawali dari Kerajaan Kutai, Sriwijaya, Mataram Kuno, hingga Kahuripan di bawah kepemimpinan Raja Airlangga, serta era Singosari dan Majapahit.

"Dan kita juga memiliki Kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam seni pertunjukan, kuliner, keberagaman suku dan bahasa, adat istiadat, hingga sastra. Semua kekayaan tersebut berpadu menjadi keindahan alam nusantara, sehingga kekuatan budaya menjadi daya tarik Indonesia di mata dunia," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dari pelbagai pihak untuk memperkuat permuseuman Indonesia dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan peradaban Nusantara.

Sebab, kata dia, museum memiliki peran strategis sebagai ruang pelestarian sejarah dan kebudayaan, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan peradaban Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda dan dunia internasional.

Lebih lanjut, ia juga menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 1 Oktober 2026 dan memberikan afirmasi dalam revitalisasi museum dan cagar budaya di Indonesia.

Menurutnya kebijakan tersebut memperlihatkan pentingnya pengembangan museum yang tidak berhenti pada pemeliharaan benda bersejarah.

"Penguatan narasi, kualitas penyajian, dan pengalaman pengunjung juga menjadi bagian dari upaya menjadikan museum sebagai ruang pembelajaran publik," katanya.

Terlebih, kata dia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan bahwa Presiden menginginkan museum sejarah terus dirawat, dilindungi dan direvitalisasi. Sebab museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga pusat edukasi dan ruang untuk menjaga memori kolektif bangsa.

(tfq/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK