Prabowo Instruksikan Atensi Khusus Atasi Karhutla di TN Tanjung Puting
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
"Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional," kata Prabowo saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla yang digelar secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto yang hadir secara daring dalam rapat itu melaporkan penemuan kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting seluas sekitar 513,89 hektare.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin yang juga hadir ke rapat tersebut turut melaporkan kondisi di Tanjung Puting. Ia menyebut lokasi kebakaran tersebar dan juga berada di kawasan rawa, sehingga sulit untuk dijangkau kendaraan.
Zainul mengatakan salah satu kebutuhan utama di lapangan adalah pompa air berukuran kecil untuk upaya pemadaman. Dalam kesempatan itu, Zainul menyampaikan kebutuhan sekitar 50 pompa air dalam upaya pemadaman.
Prabowo pun menanyakan berapa banyak jumlah pompa air yang dibutuhkan, dan ia memberikan dukungan jumlah pompa air lebih banyak dari yang dimintakan.
"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," ucap Prabowo.
Selain pompa, Zainul juga menyampaikan kebutuhan tim pengeboran air berkenaan dengan karakteristik kawasan rawa yang memungkinkan sumber air diperoleh dengan pengeboran sekitar 10 hingga 15 meter dengan biaya sekitar Rp10 juta per titik.
Setelah itu, Prabowo pun merespons dengan memberikan dukungan untuk pembuatan 200 titik bor air dengan anggaran sebesar Rp2 miliar.
"Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik," kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan kehadiran polisi hutan dalam menjaga kawasan hutan di Indonesia. Ia meminta penguatan jumlah dan kapasitas personel itu agar upaya perlindungan dan pencegahan kebakaran dapat semakin efektif ke depannya.
Prabowo pun meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang hadir ke rapat itu untuk ikut serta membantu penguatan kapasitas polisi hutan.
"Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," kata dia.
Karhutla melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut masih ada 639,23 hektare lahan yang masih terbakar dan dalam proses pemadaman yang tersebar di enam provinsi di Indonesia. Ia menyebut hingga kini masih ada dua provinsi yang menjadi fokus penanganan yakni, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Teranyar, ia mengungkap temuan baru kebakaran hutan dan lahan seluas 513,89 hektare di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
"Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar, karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral," kata Suharyanto dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden yang diunggah Selasa (13/10) pagi.
(mnf/gil)