KDM Cek Upah Pekerja saat Sidak Proyek Underpass Cimahi

Pemprov Jabar | CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 12:48 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. (Foto: CNN Indonesia/Patricia Diah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pembangunan underpass Cimahi di Jl. Gatot Subroto, persilangan dengan rel KA Cimahi, Senin (12/10).

Dalam kegiatan inspeksi tersebut, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM berdialog langsung dengan para pekerja konstruksi. Dalam dialog tersebut KDM bertanya besaran upah yang diterima.

Mendapat pertanyaan itu, awalnya para pekerja tampak ragu untuk mengungkapkannya. Mengetahui situasi itu, KDM lantas meminta para pekerja tidak ragu mengungkapkan besaran upah yang diterima.

"Upah itu tidak boleh dikurangi, harus sesuai kontrak kerja, kalau Rp140.000 ya Rp140.000, jangan kurang," kata KDM dengan tegas.

Dari kunjungan mendadak tersebut terungkap upah para pekerja dari mulai mandor hingga laden atau pembantu tukang. Seharusnya mandor diberi upah Rp130.000 per hari, tukang Rp140.000, laden Rp120.000 per hari.

Sedangkan upah harian untuk pekerja las baja seharusnya dibayar Rp150.000 per hari.

Namun, fakta di lapangan berbeda. Upah mereka rata-rata berkurang antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang per hari. Hal itu didapat KDM berdasarkan dialog langsung dengan para pekerja.

Selain menyoroti persoalan upah, KDM juga mempertanyakan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja di proyek tersebut. Ia meminta pihak pelaksana memastikan seluruh pekerja terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Ini harus diasuransikan ketenagakerjaan, tidak boleh tidak, tegasnya kepada kepala proyek dari Pemprov Jabar," tegas KDM.

Sebelumnya, sejumlah pekerja mengaku belum mendapatkan asuransi ketenagakerjaan. Namun, saat dikonfirmasi kepada pimpinan proyek, KDM mendapat penjelasan bahwa para pekerja telah diminta menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) sejak awal bekerja untuk keperluan pendaftaran asuransi ketenagakerjaan.

Dalam sidak tersebut, KDM didampingi Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan sejumlah pejabat Kodim Cimahi. Selain mengecek pelaksanaan proyek dan hak pekerja, Dedi juga membahas kemungkinan penambahan anggaran pembangunan underpass tersebut.

Kepada Ngatiyana, KDM menawarkan penambahan anggaran proyek underpass Gatot Subroto dari APBD Kota Cimahi sebesar Rp12 miliar.

"Mangga tah Pak Wali, bilih bade nambihan, 12 miliar," kata KDM.

Ngatiyana lalu menyampaikan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Jabar terkait anggaran underpass Gatot Subroto. Untuk pembangunan Underpass Gatot Subroto Kota Cimahi, Pemprov Jabar mengeluarkan anggaran Rp126 miliar dari APBD Jabar murni 2026.

(inh)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK