Sebanyak 10 rumah di Kelurahan Perigi, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), nyaris ludes terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merambat hingga ke pemukiman warga akhir pekan lalu.
Peristiwa menegangkan tersebut terekam dalam video amatir warga. Dalam rekaman, terlihat kobaran api besar dengan asap tebal hanya berjarak beberapa meter dari dinding rumah warga.
Beruntung tim gabungan Damkar, Manggala Agni, BPBD dkk yang berjibaku bersama warga berhasil menghentikan api agar tak meluas merembet ke puluhan rumah warga lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholeh, salah satu warga setempat, mengaku karhutla di wilayah itu terjadi dua hari terakhir. Saat karhutla, dia bercerita warga saling menjaga rumah masing-masing seraya menunggu bantuan tim pemerintah.
"Kami di sini nunggu bantuan, Damkar, TNI, Polri. Warga jaga rumah sendiri-sendiri, terkadang memadamkan seadanya. Satu rumah kebun sudah terbakar, tapi rumah yang kena di dinding itu rata-rata kena semua, sekitar 10 lebih hampir terbakar. Jaraknya dekat rumah, sekitar 5 meter," ungkap Sholeh saat ditemui CNNIndonesia.com di kampungnya, Senin (12/10)
Warga Perigi itu mengatakan pihaknya menduga kebakaran di lahan gambut dekat kampung mereka itu sudah terjadi selama dua hari terakhir dan telah menghanguskan sekitar 20 hektare. Warga menduga, kebakaran sengaja dilakukan orang tak dikenal untuk membuka lahan baru.
"Di sana sekitar 5 hektare, lalu merambat ke sini lebih dari 20 hektare, mungkin lebih. Sudah 2 hari ini dari kemarin," ujar Sholeh.
Dia mengatakan titik api berasal dari lahan gambut, kemudian menjalar hingga kawasan Lembak Permai.
"Di sana ada gambut, dia ini langsung tembus ke Lembak Permai, lahan gambut di sana dibakar orang. Warga sini saling jaga-jaga, karena bukan kali ini, setiap kemarau pasti terbakar," katanya.
Meski sudah bisa diatasi tim gabungan, hingga kini warga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Pasalnya, kata dia, kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau.
Warga berharap pihak BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni serta relawan untuk selalu siaga di wilayah Kelurahan Perigi.