Pramono Klaim DAS Mampang dan Krukut Kurangi Banjir Jakarta 8 Persen

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 03:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pelaksanaan proyek Embung Kebagusan, Pasar Minggu, Jaksel. (CNN Indonesia/ Bernadette Moureen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut akan mengurangi banjir hingga delapan persen.

"Dari hitungan secara teoritis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen," ujar Pramono ketika meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta Selatan, Selasa (13/10) sore.

Ia menyebut bahwa kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan langkah preventif untuk banjir di Jakarta. Salah satunya dengan pembangunan sejumlah embung dan waduk.

Sebanyak dua embung dan satu waduk kini sedang dalam proses pembangunan dan diproyeksikan untuk dapat beroperasi pada Februari 2027. Ini terdiri dari Embung Kebagusan, Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir), dan Waduk Sunter Hulu.

Embung dan waduk merupakan dua penampungan air yang berbeda.

Di Jakarta, sebutan embung merujuk pada penampungan air yang memiliki besar di bawah lima hektar. Sedangkan, waduk memiliki luas lebih dari lima hektar.

Embung Kebagusan yang ditinjau Pramono memiliki luas dua hektare. Pembangunan embung di Kebagusan itu dilaporkan membutuhkan anggaran sekitar 250 miliar.

"Kurang lebih di tempat ini untuk satu embung itu kurang lebih Rp200 [miliar] untuk pembebasan lahan, Rp50 [miliar] lebih sedikit untuk pembangunan apa, embungnya, fisiknya," kata Pramono.

Embung Kebagusan dibangun untuk mengurangi banjir di Sistem Kali Mampang-Krukut. Khusus embung ini, pengurangan banjir diperkirakan sebesar kurang lebih 2,3 persen.

Selain untuk mengendalikan banjir, embung ini juga akan difungsikan sebagai ruang publik yang dapat digunakan salah satunya untuk berolahraga.

Tak hanya itu, Pramono juga menginstruksikan agar air yang ditampung di Embung Kebagusan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Ini termasuk pengolahan air menjadi air yang layak konsumsi.

"Kami akan izinkan nantinya untuk bekerja sama antara Sumber Daya Air dengan PAM Jaya untuk air ini apa, dikonsumsi atau digunakan oleh warga ataupun masyarakat, tetapi tentunya nanti PAM Jaya yang akan menghitung berapa apa tarif dan sebagainya," jelas Pramono.

Embung Kebagusan beserta dengan embung dan waduk lainnya yang kini dibangun merupakan bagian dari JakTirta Project. Proyek yang diluncurkan untuk mengendalikan banjir ini adalah salah satu program strategis Pemprov DKI Jakarta yang sudah dimulai sejak 2025.

Selain kolam tampungan, waduk, situ, atau embung, terdapat pula dua kluster infrastruktur lainnya yang menjadi bagian dari JakTirta Project.

Dua kluster tersebut termasuk polder, sebuah sistem pengendalian air di lahan rendah yang dikelilingi tanggul, serta kali atau sungai.

(mou/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK