Cegah Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Strategi Putus Kepala Api

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 02:15 WIB
Karhutla masih kepung wilayah RI. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah terus melakukan berbagai strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Salah satunya dengan memutus pergerakan kepala api menggunakan alat berat untuk mencegah kebakaran meluas.

Strategi tersebut dilakukan dengan menyekat jalur pergerakan api, bukan sekadar memadamkan titik-titik kebakaran yang sudah muncul. Pemerintah juga berencana menambah empat hingga lima ekskavator untuk memperkuat upaya penyekatan di kawasan yang menjadi jalur pergerakan api.

"Kita coba memutus kepala apinya. Kalau api yang kita putus, ya dengan kecepatan mempergunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (13/10).

Selain penambahan alat berat, pemerintah menyiapkan sekitar 30 sumur bor untuk mendukung pemadaman. Sumur-sumur tersebut akan ditempatkan di sekitar kepala api dengan jarak sekitar 50 meter guna membantu proses pembasahan dan pemadaman di lapangan.

Raja Juli mengatakan strategi tersebut menuntut petugas menghadapi langsung pergerakan api dengan risiko yang tidak ringan.

"Jadi bukan lagi mengejar api, tapi sudah menghadap api dengan risiko yang gak sederhana," ujarnya.

Raja Juli turut mengklaim bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menangani karhutla yang telah menyebabkan masyarakat terdampak asap selama beberapa bulan terakhir.

Menurut dia, upaya penanganan dilakukan bersama berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga Manggala Agni dan jajaran Kementerian Kehutanan.

"Bukan sama sekali kita lepas tangan, cuci tangan, sama sekali tidak. Tentu bisa dilihat di lapangan, Pak Gubernur, Pak Wali Kota, TNI Polri, Manggala Agni, Kemenhut. Teman-teman lihat itu bagaimana mata mereka? Sudah merah, sudah lelah, tapi karena ini tugas mereka tetap ada di lapangan untuk bekerja secara real secara konkret," ucap dia.

Selain penanganan lewat jalur darat, pemerintah juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing atau pemadaman menggunakan bom air dari helikopter.

Namun, operasi water bombing masih menghadapi kendala visibilitas yang memengaruhi penerbangan helikopter. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca terus dilakukan ketika terdapat bibit awan yang memungkinkan penyemaian untuk membantu membasahi wilayah terdampak.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus memperkuat personel dan peralatan di darat untuk menyesuaikan penanganan dengan kondisi kebakaran yang dinamis.

Penguatan strategi pemutusan kepala api, penambahan ekskavator, dan pembangunan sumur bor menjadi bagian dari upaya mencegah api bergerak lebih jauh serta menekan dampak karhutla di kawasan Taman Nasional Sebangau.

(dis/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK