Daftar 10 Kelurahan dan Semarak Festival Finalis Benyamin S Award

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 13:11 WIB
Tim Penilai Benyamin S Award sambangi Kelurahan Taman Sari Jakbar, Kamis, 8 Oktober 2026. Rangkaian Benyamin S Award, yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini, akan ditutup dengan acara puncak di akhir Oktober mendatang. Foto: CNNIndonesia/Adi ibrahim
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 10 kelurahan dari lima Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta masuk ke babak final Benyamin S Award (BSA) 2026.

Ajang penghargaan ini merupakan program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah, Sekretariat Daerah (Setda).

Melalui BSA, Pemprov DKI Jakarta hendak mengapresiasi kelurahan yang berkomitmen dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Kini berada di tahap final, 10 kelurahan akan mengikuti tahap penilaian presentasi yang akan dilangsungkan pada Kamis (15/10).

Berikut adalah daftar 10 kelurahan yang menjadi finalis dalam Benyamin S Award 2026:

1. Pulau Panggang

Kelurahan Pulau Panggang terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu.
Pada Minggu (4/10) lalu, Kelurahan Pulau Panggang mengadakan festival BSA dengan nama Festival Bahari Laut. Festival tersebut dimeriahkan dengan iring-iringan kapal nelayan dan syukuran laut hingga penanaman mangrove dan terumbu karang.

Lurah Pulau Panggang Jamaluddin menyebut budaya lokal menjadi andalan dari kelurahannya. Kegiatan budaya dan wisata di kelurahan juga menjadi inovasi kelurahan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Insyaallah masyarakat kami bisa berkah, bisa sejahtera, karena perekonomian kita nanti akan datang dengan sendirinya oleh wisatawan tersebut," kata Jamaluddin, Minggu (4/10).

2. Kelapa Gading Timur

Kelapa Gading Timur merupakan kelurahan yang terletak di Kota Jakarta Utara.

Untuk rangkaian festival BSA, kelurahan ini mengadakan Kelapa Gading Street Fest pada Selasa (6/10) lalu.

Festival tersebut diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari olahraga bersama, cek kesehatan gratis, pawai budaya dan lingkungan, pameran, hingga booth Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Lurah Kelapa Gading Timur Nani menargetka bisa jadi salah satu pemendang di ajang BSA.

"Kita akan tunjukkan bahwa kelurahan Kelapa Gading Timur dengan destinasi dan potensi wilayahnya adalah bagian dari wujud nyata dari kita mendukung Benyamin S Award 2026," ujar Nani, Selasa (6/10).

3. Malaka Sari

Kelurahan yang berada di Kota Jakarta Timur ini membidik juara Benyamin S Award dengan keberadaan Bank Sampah ASRI.

"Ada alurnya bahwa semua bermula dari bank sampah di RW 02 ini, Bank Sampah ASRI," ujar Lurah Malaka Sari Sudarna, Selasa (6/10).

Melalui pelaksanaan Festival Pilah dan Olah Sampah, Selasa (6/10) lalu, Malaka Sari menunjukkan bagaimana kelurahannya mengelola sampah secara sistematis.

Namun, tak hanya pengelolaan sampah, Malaka Sari juga menonjolkan inisiatif ketahanan pangan. Inisiatif ini terlihat melalui adanya urban farming hingga kolam gizi milik RW setempat.

4. Utan Kayu Selatan

Terletak di Kota Jakarta Timur, Kelurahan Utan Kayu Selatan memiliki daya tarik pada pengelolaan lingkungan dan kebudayaan. Daya tarik tersebut ditunjukkan dalam Festival Harmoni Utan Kayu Selatan, Selasa (6/10) lalu.

Warga, pengurus wilayah, hingga anggota sanggar budaya menyemarakkan acara dengan menyumbangkan penampilan.

"Ini semua partisipasi dari kita semua warga UKS (Utan Kayu Selatan), untuk UKS, demi kemajuan dan kesuksesan UKS," ujar Lurah Utan Kayu Selatan Ria Handayani, Selasa (6/10).

Usai menonton pawai, tim BSA yang datang di hari itu pun diajak mengelilingi wilayah setempat.

Tanaman-tanaman hijau, mural-mural besar, hingga ruang hidroponik di tengah pemukiman warga terlihat selama kegiatan berkeliling ini.

5. Srengseng

Kelurahan Srengseng merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kota Jakarta Barat.

Kelurahan ini mendorong aspek wisata ekologi, konservasi, dan keterpaduan aktivitas masyarakat lokal dalam partisipasinya di Benyamin S Award.

Ketiga aspek tersebut dikombinasikan dalam penyelenggaraan acara Festival Hutan Kota Srengseng.

"Kegiatan yang akan kita laksanakan adalah kegiatan yang memang sudah kita laksanakan. Tinggal kita kemas menjadi sebuah wadah atau sebuah tampilan yang memang menggambarkan dari awal sampai dengan akhir," kata Lurah Srengseng Tariswan, Kamis (8/10).

Tariswan pun optimis Srengseng bisa menyabet Benyamin S Award.

Menurutnya seluruh kategori yang dipertimbangkan dalam penghargaan ini, yaitu bersih, nyaman, indah, dan sejahtera telah diterapkan di wilayahnya.

6. Sukabumi Utara

Sukabumi Utara merupakan kelurahan kedua dari Kota Jakarta Barat yang menjadi finalis BSA.

Mengejar target menjadi Wisata Global Kampung Budaya, Sukabumi Utara mendorong aspek kearifan lokal yang terpadu dan mengakar.

"Sudah ditetapkan oleh Kemenparekraf, terus kemudian sudah ditetapkan juga sama Dinas Kebudayaan, dan alhamdulillah hari Selasa kemarin sampai hari ini pun sudah ada kunjungan dari IHS, Indonesian Heritage Society," ujar Lurah Sukabumi Utara Ali Syahidin, Kamis (8/10).

Lingkungan yang bersih, suasana yang nyaman, pemandangan yang indah, dan warga yang sejahtera pun disebut telah diwujudkan di Sukabumi Utara.

7. Taman Sari

Kelurahan ketiga dari Kota Jakarta Barat yang masuk tahap final BSA adalah Kelurahan Taman Sari.
Lurah Abdul Malik Raharusun mengunggulkan budaya multietnis yang hidup rukun, berdampingan dengan modernisasi, dan tidak meninggalkan kearifan lokal.

"Meskipun kita punya keragaman etnis, budaya, tapi kita punya rasa persatuan, kolaborasi yang sangat tinggi untuk Jakarta," ujar Abdul, Kamis (8/10).

8. Kebon Baru

Finalis yang berasal dari Kota Jakarta Selatan ini memiliki daya tarik yang terletak pada fasilitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan setempat.

Lurah Kebon Baru Mariana menunjukkan daya tarik tersebut dengan menyelenggarakan Festival Juara Kebon Baru, Jumat (9/10) lalu.

Dalam festival ini, para juri dan tim panitia BSA diajak melihat fasilitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang terdiri dari bank sampah setempat hingga sembilan teba.

Teba merupakan sistem pengelolaan sampah organik rumah tangga yang menggunakan lubang di pekarangan.

9. Cilandak Barat

Kelurahan Cilandak Barat, Kota Jakarta Selatan, secara khusus menargetkan perolehan kategori sejahtera di BSA.

"Insya allah kami bisa unggul di kategori sejahtera," ujar Lurah Cilandak Barat M. Yusuf Rajab usai mengadakan acara Festival Pesona Cilandak Barat, Jumat (9/10).

Kategori sejahtera sendiri mempertimbangkan potensi lokal yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Potensi lokal ini dapat berupa pengembangan budaya, pariwisata, hingga UMKM.

Kategori tersebut menjadi keunggulan yang ingin ditonjolkan oleh Kelurahan Cilandak Barat dengan adanya Museum Basoeki Abdullah, Batik Betawi Terogong, dan Kampung Asri Banjarsari.

"Menjadi destinasi wisata baru, pertumbuhan ekonomi baru, ada ekonomi kreatif dan lain-lain, bahwa memang kita siap untuk menjadi role model baru atau cikal bakal untuk destinasi wisata baru dengan tiga keunggulan tadi," kata Yusuf.

10. Kebon Sirih

Terakhir adalah Kelurahan Kebon Sirih yang terletak di Kota Jakarta Pusat.

Pada Minggu (11/10) lalu, Kelurahan Kebon Sirih menunjukkan kolaborasi warganya melalui penyelenggaraan Festival Jalan Jaksa. Rangkaian acara festival ini berlangsung cukup meriah, terlebih dengan adanya nuansa 80-an yang konsisten dalam pelaksanaannya.

Warga setempat, warga lingkungan sekitar, komunitas, hingga badan usaha pun ikut terlibat dalam festival ini. Melihat antusiasme yang ada, Lurah Kebon Sirih Henny Mahrojah pun menyatakan siap untuk meneruskan festival ini di tahun-tahun berikutnya.

"Memang ini juga harapan dari teman-teman warga, terus juga teman-teman Karang Taruna dan juga beberapa netizen yang ikut meninggalkan pesan di kolom komentar yang kami upload di media sosial," ujar Henny, Minggu (11/10).

Henny juga menyampaikan optimismenya dalam meraih juara di Benyamin S Award.

(mou/sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK