37 Hari Palangka Raya Dikepung Kualitas Udara Bahaya Imbas Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 15:39 WIB
Udara buruk kepung Palangka Raya imbas karhutla. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali capai tingkat berbahaya pada Rabu (14/10), imbas asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ini menandai 37 hari berturut-turut masyarakat Palangka Raya menjalani kegiatannya dengan kualitas udara berbahaya.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Rabu (14/10) pukul 12.00 WIB, kualitas udara di Palangka Raya masuk dalam kategori hitam atau berbahaya. Hal ini ditunjukkan dengan angka konsentrasi partikulat PM2.5 yang berada pada 2.512 µg/m3.

Angka ini berada jauh dari ambang batas kategori berbahaya pada > 250.5 µg/m3.

Konsentrasi partikulat PM2.5 di Palangka Raya memang sudah berada di tingkat berbahaya sejak pukul 00.00 WIB. Laporan pertama PM2.5 di wilayah tersebut terdata pada angka 549.1 µg/m3.

Namun, angka konsentrasi PM2.5 terus mengalami peningkatan sejak pukul 05.00 WIB hingga kini menginjak angka 2.512 µg/m3.

PM2.5 sendiri adalah jenis polutan berdiameter kurang dari 2.5 mikron. Polutan berukuran kecil ini memiliki ancaman kesehatan terbesar karena mampu terserap aliran darah ketika bernapas.

Karhutla menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan polutan PM2.5.

Berdasarkan data Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya, Kamis (14/10), 03.59 WIB, terdapat 534 titik panas di Palangka Raya. Sementara itu, terdeteksi sebanyak 8.805 titik panas di Kalimantan Tengah secara keseluruhan.

Dashboard ini juga menunjukkan kalender AQI (Air Quality Index) atau Indeks Kualitas Udara. Berdasarkan kalender AQI tersebut, indeks kualitas udara harian tertinggi di Palangka Raya selalu berada di tingkat berbahaya sejak Selasa (8/9) lalu.

Sehingga, hari ini merupakan hari ke-37 indeks kualitas udara harian tertinggi di wilayah Palangka Raya berada di tingkat berbahaya.

(mou/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK