Kemenhut Sebut Selamatkan 232 Satwa di 6 Provinsi Terdampak Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 19:56 WIB
Orang Utan bertahan hidup di atas pohon dari kobaran api karhutla. (REUTERS/Victor Fidelis Sentosa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kehutanan menyebut telah menyelamatkan 232 individu satwa liar di enam provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Kepala Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi menyebut dari 232 satwa liar itu, 71 di antaranya orang utan.

"Terkait dengan penanganan penyelamatan satwa liar. Berdasarkan catatan kami di Kemenhut, kami dibantu relawan, CSO, telah menyelamatkan 232 individu satwa liar di enam provinsi prioritas, 71 di antaranya adalah orang hutan," kata Ristianto di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (14/10).

Selain 71 individu orang utan, Ristianto mengatakan 76 satwa yang diselamatkan adalah bekantan sebanyak 76 ekor. Lalu, trenggiling 24 ekor, dan kera ekor panjang 15 ekor.

Kemudian, kukang sebanyak 9 ekor, dan satwa liar lainnya meliputi lutung, kucing, dan satwa lain sebanyak 37 ekor.

Ristianto menyampaikan urusan perlindungan satwa liar ini juga menjadi salah satu fokus Kementerian Kehutanan, ia menyebut mereka tak hanya fokus dalam menyelamatkan masyarakat.

Ristianto mengatakan secara total, Kemenhut menyiagakan sekitar 5 ribu ASN, dan per hari ini juga ada pasukan Manggala Agni yang aktif sebanyak 1.419 personel.

"Tidak menutup kemungkinan nanti dalam waktu dekat ada pergeseran SDM untuk memberikan perhatian lebih kepada Provinsi Sumatra Selatan, salah satunya," ucap dia.

Pada saat yang sama, Ristianto menekankan atensi khusus Kemenhut atas penanganan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Ia mengatakan saat ini Kemenhut menerjunkan sebanyak 117 personel dari Taman Nasional Tanjung Puting.

"Kemudian ada 10 personel kami BKO-kan dari Taman Nasional Karimun Jawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, serta ada tambahan penguatan personel sejumlah 372 personel. Dengan rincian 175 dari Kodam, kemudian 112 dari mitra Taman Nasional Tanjung Puting, dari Polres Kobar 30, BPBD Kobar 30, kemudian 15 dari Kodim dan 10 personel dari Brimob," ujar dia.

Karhutla melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat bersama Presiden Prabowo pada Senin (12/10) malam menyebut masih ada 639,23 hektare lahan yang masih terbakar dan dalam proses pemadaman yang tersebar di enam provinsi di Indonesia.

Ia menyebut hingga kini masih ada dua provinsi yang menjadi fokus penanganan yakni, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Teranyar, ia mengungkap temuan baru kebakaran hutan dan lahan seluas 513,89 hektare di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Dalam rapat itu, Prabowo menekankan bahwa pemadaman karhutla ini menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia menginstruksikan jajarannya mengerahkan segala daya dan upaya agar segera persoalan ini dapat segera teratasi.

Dalam rapat yang dihadiri jajaran terkait itu, mulai dari Menko Polkam Dudung Abdurachman, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin itu, Prabowo meminta mereka untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dalam upaya pemadaman ini.

"Dan kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan apa yang kau butuh, sampaikan," ucap Prabowo.

Hingga kini, pemerintah belum menetapkan status bencana nasional dalam menyikapi karhutla ini.

Desakan pun datang, salah satunya dari Gerakan Nurani Bangsa yang diinisiasi sejumlah tokoh bangsa, mulai dari istri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah Wahid, KH Mustofa Bisri alias Gus Mus, Franz Magnis Suseno, M Quraish Shihab, hingga Ignatius Kardinal Suharyo.

"Negara harus segera menetapkan Kebakaran hutan dan lahan sebagai Bencana Nasional sesuai dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, sehingga hak-hak dasar warga negara terdampak bisa cepat terpenuhi," kata GNB mengutip keterangannya, Selasa (13/10) malam.

GNB mengatakan langkah itu juga dapat membuat upaya penanggulangan karhutla bisa menjadi lebih serius dan fokus, menyeluruh, serta terintegrasi.

(mnf/isn)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Evakuasi Induk Dan Bayi Orang Utan

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK