Anggota Satpol PP Korban Ricuh di Jaksel Cabut Laporan Usai Mediasi

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 18:20 WIB
Ilustrasi. Anggota Satpol PP yang dianiaya saat penertiban parkir liar di Jakarta Selatan mencabut laporan setelah mediasi. (iStockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Satpol PP DKI yang menjadi korban penganiayaan saat penertiban parkir liar di sekitar kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung) di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mencabut laporannya ke kepolisian.

Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi mengatakan korban mencabut laporannya setelah dilakukan proses mediasi.

"Itu dari korbannya sudah cabut laporan. Kemarin mereka berdamai, mediasi di Polsek, kita fasilitasi," kata Nugrahadi kepada wartawan, Rabu (14/10).

Kendati demikian, Nugrahadi tak membeberkan lebih lanjut ihwal kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Termasuk, soal alasan korban memilih untuk berdamai.

"(Alasan damai) itu tanya ke pihak korbannya. Yang jelas biaya pengobatan dan segala macam dari perwakilannya ada yang mediasi sama mereka, sama korban, didampingi kita juga," tutur Nugrahadi.

Sebelumnya, seorang petugas Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru terluka ketika menjalankan operasi cabut pentil (OCP) dalam penertiban parkir liar di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.

Kasatpol PP Kebayoran Baru Diki Zulkarnain mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menindak parkir liar, termasuk di depan Kolam Renang Bulungan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

"Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan aman dan terkendali, dengan puluhan kendaraan yang dilakukan operasi cabut pentil oleh petugas Satpel Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Kebayoran Baru," kata Diki kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/10).

Namun, situasi berubah setelah petugas menyelesaikan penertiban dan bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong. Dalam perjalanan melintasi Jalan Kyai Maja, truk yang berada di bagian belakang iring-iringan petugas dilempari sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan yang sedang beristirahat.

Situasi sempat mereda sebelum kembali memanas akibat provokasi dari massa yang berdatangan. Pelemparan terhadap petugas pun terjadi dan berujung pada kekerasan di lokasi kejadian.

"Dalam kejadian tersebut, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa," ucap dia.

Usai insiden tersebut, perwakilan manajemen PT PP mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf. Pihak perusahaan juga menyatakan kesediaan bertanggung jawab atas dampak kejadian, termasuk kerusakan dan biaya pengobatan anggota Satpol PP yang terluka.

(dis/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK